kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Nepal Butuh Dana hingga US$5 Miliar untuk Pulihkan Kerusakan Banjir


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 14:58 WIB
Nepal Butuh Dana hingga US$5 Miliar untuk Pulihkan Kerusakan Banjir
ILUSTRASI. Pemandangan dari udara memperlihatkan bangunan-bangunan yang rusak akibat banjir bandang di Trishuli (REUTERS/Navesh Chitrakar)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-  Nepal mungkin membutuhkan dana antara US$4 miliar hingga US$5 miliar untuk pemulihan pascabanjir dahsyat pekan ini, ujar Menteri Keuangan Swarnim Wagle kepada Reuters pada hari Sabtu (29/8)

Asal tahu saja, jumlah tersebut setara dengan hampir sepersepuluh dari nilai ekonomi Nepal.

"Estimasi awalnya berkisar antara US$4-US$5 miliar. Ini baru sebatas perkiraan," kata Wagle. 

Baca Juga: OpenAI Putus Layanan AI ke Cursor Milik SpaceX, Konflik dengan Musk Memanas

"Kami akan membutuhkan dana yang jauh lebih sedikit dibandingkan saat gempa bumi tahun 2015. Saat ini, kerugian dan kerusakan sedang didata." tambahnya. 

Runtuhnya gletser pada hari Rabu memicu aliran deras yang membawa batu, es, lumpur, dan puing-puing melalui sistem sungai pegunungan Himalaya, menewaskan lebih dari 600 orang di Nepal dan wilayah Tibet, Tiongkok, sementara lebih dari 2.000 orang lainnya masih belum diketahui nasibnya.

Banjir tersebut meluluhlantakkan kota-kota di wilayah perbatasan, menghanyutkan jembatan dan jalan raya, serta merusak sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) utama.

Wagle tidak merinci alasan mengapa biaya rekonstruksi diperkirakan lebih rendah dibandingkan dana US$9 miliar yang dikeluarkan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada tahun 2015. 

Gempa tersebut menewaskan hampir 9.000 orang, menghancurkan lebih dari setengah juta rumah, dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar sepertiga dari nilai ekonomi Nepal.

Kendati demikian, banjir hari Rabu ini akan menjadi pukulan berat bagi perekonomian yang bergantung pada remitansi, pariwisata, dan tenaga air, karena merusak proyek-proyek pembangkit listrik yang menyumbang lebih dari 12% kapasitas pembangkit listrik nasional.

Baca Juga: Taksi Terbang Tanpa Pilot Sukses Mengudara di Hong Kong, Tertarik Coba?


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×