Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. . Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, lewat IPO ini, AGS Health berpotensi mengumpulkan dana hingga US$ 500 juta.
Perusahaan ekuitas swasta tersebut telah mengadakan pembicaraan awal dengan para bankir dalam beberapa minggu terakhir. Sumber Bloomberg mengatakan, Blackstone diperkirakan akan segera menunjuk penasihat.
IPO yang diusulkan diharapkan mencakup campuran saham primer dan penjualan sekunder oleh investor yang ada, kata sumber tersebut.
Baca Juga: PayPay SoftBank Diperkirakan Harga IPO di Batas Bawah karena Gejolak Pasar
Blackstone mencari valuasi hingga US$ 3 miliar untuk AGS Health dan bertujuan untuk mengajukan draf prospektus dalam beberapa bulan mendatang, kata salah satu sumber.
Pembicaraan masih dalam tahap awal. Detail penawaran, termasuk soal ukuran penawaran mungkin berubah, kata sumber tersebut. Perwakilan Blackstone menolak berkomentar.
Setelah dua tahun mencatatkan pendapatan rekor, pasar primer India mengalami kesulitan pada tahun ini, terpukul oleh penurunan tajam saham. Indeks Sensex turun lebih dari 15%.
Baca Juga: SK Hynix Ajukan Pencatatan Saham di AS, Incar Dana Hingga US$ 14 Miliar
Kendati begitu, sektor perawatan kesehatan tetap menjadi titik terang. Manipal Health Enterprises mengajukan permohonan pekan lalu untuk apa yang berpotensi menjadi pencatatan saham terbesar oleh operator rumah sakit India.
Sementara ASG Hospital Pvt yang didukung General Atlantic juga berencana untuk melakukan penjualan saham. Aier Eye Hospital Group Co. dari Tiongkok sedang mempertimbangkan pencatatan saham di Hong Kong.
Blackstone mengakuisisi AGS Health pada tahun 2025 dari EQT AB yang berbasis di Stockholm, yang mewarisi aset tersebut melalui akuisisi Baring Private Equity Asia pada tahun 2022.
Baca Juga: Mengenal Profil Wilmar Group, Anak Usaha, Perkembangan, hingga Kontroversinya
Didirikan di Chennai pada tahun 2011, AGS Health menyediakan layanan penagihan, pengkodean, dan analitik untuk organisasi perawatan kesehatan besar di AS.
Blackstone memindahkan kantor pusatnya ke Washington, DC, serta berekspansi ke Filipina pada 2023. Perusahaan ini sekarang mempekerjakan lebih dari 12.000 orang yang melayani lebih dari 150 klien.













