kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

OpenAI Putus Layanan AI ke Cursor Milik SpaceX, Konflik dengan Musk Memanas


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 14:41 WIB
OpenAI Putus Layanan AI ke Cursor Milik SpaceX, Konflik dengan Musk Memanas
ILUSTRASI. OPENAI-COMPUTE/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - OpenAI pada hari Jumat (28/8) menyatakan rencananya untuk berhenti menyediakan model AI bagi Cursor, perusahaan alat pemrograman yang kini dimiliki oleh SpaceX milik Elon Musk. Langkah ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam perselisihan sengit antara CEO OpenAI Sam Altman dan Musk.

Musk dan Altman telah berselisih selama bertahun-tahun, konflik ini memuncak pada awal tahun ini dalam persidangan terkait gugatan senilai US$150 miliar yang diajukan Musk terhadap OpenAI. 

Baca Juga: Biaya Pemulihan Pascabanjir di Nepal Bisa Capai US$ 5 Miliar

Selama persidangan, pengacara Musk menyatakan bahwa Musk dan saksi-saksi lain memberikan kesaksian yang menyebut Altman sebagai pembohong, sementara pihak OpenAI berargumen bahwa Musk sebenarnya berupaya mengambil alih kendali perusahaan.

"Kami mengambil keputusan ini karena kami tidak yakin SpaceX akan menggunakan teknologi kami sesuai dengan ketentuan layanan kami, mengingat pengalaman kami dengan perusahaan-perusahaan milik Elon Musk yang pernah melanggar kontrak," ungkap OpenAI dalam sebuah posting blog.

Musk menanggapi hal ini pada Sabtu (29/8) dini hari melalui sebuah unggahan di X dengan menulis, "Saya sama sekali tidak peduli."

Ia menuduh Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman sebagai sosok yang tidak dapat dipercaya, sembari mengulangi klaimnya bahwa mereka telah mencuri sebuah organisasi nirlaba sumber terbuka (open-source).

Musk, orang terkaya di dunia, sebelumnya telah menggugat OpenAI dan Altman dengan tuduhan mencuri organisasi amal karena mengkhianati misi awal perusahaan yang bersifat nirlaba demi keuntungan pribadi. 

Juri federal memutuskan menolak gugatan Musk awal tahun ini, dengan alasan bahwa ia mengajukan gugatan tersebut terlalu terlambat.

Namun, Michael Truell—salah satu pendiri Cursor yang kini menjabat sebagai eksekutif di SpaceX—menyatakan melalui X bahwa perusahaannya sedang berkomunikasi dengan tim OpenAI untuk menyelesaikan masalah ini.

Beberapa jam setelah pengumuman OpenAI dan Anthropic, menyatakan rencananya untuk meningkatkan kapasitas komputasi guna mendukung model Claude di Cursor. 

Hal ini disampaikan oleh Tom Brown, salah satu pendiri perusahaan tersebut. 

Dalam postingan blognya, OpenAI menyatakan bahwa X—yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter dan kini menjadi bagian dari SpaceX—telah melanggar ketentuan kontrak dengan OpenAI setelah Musk mengakuisisi platform tersebut.

"Untuk bekerja sama dengan mitra besar seperti SpaceX, kami biasanya mengandalkan kontrak khusus guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan layanan kami serta memastikan bahwa integrasi tersebut menjamin keamanan dalam skala besar," tambah perusahaan AI tersebut.

Pembuat ChatGPT itu mengatakan pihaknya mengusulkan tanggal penghentian layanan pada 12 November 2026, seraya menambahkan bahwa perjanjiannya dengan Cursor memberikan batas waktu tertentu untuk membatalkan kontrak setelah terjadinya "perubahan kendali."

SpaceX mengumumkan kesepakatan untuk membeli Anysphere—perusahaan rintisan di balik Cursor—senilai US$60 miliar melalui transaksi yang sepenuhnya menggunakan saham pada bulan Juni, dan telah merampungkan akuisisi tersebut awal bulan ini.

Baca Juga: Taksi Terbang Tanpa Pilot Sukses Mengudara di Hong Kong, Tertarik Coba?


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×