kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Taksi Terbang Tanpa Pilot Sukses Mengudara di Hong Kong, Tertarik Coba?


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 12:28 WIB
Diperbarui Sabtu, 29 Agustus 2026 / 12:31 WIB
Taksi Terbang Tanpa Pilot Sukses Mengudara di Hong Kong, Tertarik Coba?
Taksi Terbang atau Flying Taxi (eVTOL) di Hong Kong (KONTAN/Narita Indrastiti)


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Dunia transportasi di Asia memasuki babak baru. Pesawat listrik tanpa pilot yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical take-off and landing (eVTOL) sukses melakukan uji coba penerbangan perdananya di kawasan tepi laut Cyberport, Hong Kong, Jumat (28/8).

Uji coba pesawat nirawak atau yang populer disebut taksi terbang (air taxi/flying vehicle) ini dibuat oleh produsen asal Tiongkok, EHang. EVTOL ini merupakan kerja sama dengan Cyberport, KC Smart Mobility dan EHang. Proyek ini menjadi salah satu proyek percontohan yang masuk dalam skema uji coba regulasi pemerintah setempat bernama Low-Altitude Economy Regulatory Sandbox X. 

Penerbangan perdana ini menjadi langkah awal untuk menyiapkan rute angkutan penumpang dan pengiriman barang (logistik) lintas batas di masa depan. Pengoperasian pesawat di wilayah udara rendah (Low-Altitude Economy/LAE) juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi cerdas tiga dimensi (3D) yang menghubungkan rute darat dan udara.

Pada pengujian tersebut, pesawat EHang EH216-S terbang membawa robot melintasi rute yang telah ditentukan di area pesisir Cyberport untuk membuktikan keandalan dan keamanan sistem penerbangannya. Uji coba publik ini terus berlanjut hingga 30 Agustus 2026 guna mengumpulkan data operasional yang akan digunakan dalam penyusunan aturan dan regulasi resmi penerbangan otomatis di Hong Kong.

Baca Juga: Resmi Dibuka, DELF 2026 Hong Kong Pamerkan Masa Depan Hiburan Digital Berbasis AI

Pemerintah Hong Kong membidik penyusunan undang-undang khusus untuk pesawat non-konvensional ini selesai pada 2027. Sektor yang disasar meliputi layanan taksi udara komersial, pengiriman barang dengan drone, pariwisata, hingga armada penanganan darurat.

"Uji coba penerbangan perdana pesawat non-konvensional hari ini menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan ekonomi ruang angkasa rendah di Hong Kong," ujar Wakil Sekretaris Keuangan Pemerintah Hong Kong, Michael Wong. 

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan agenda nasional. Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok menetapkan sasaran untuk mendorong pengembangan ekonomi udara rendah yang sehat dan teratur. 

"Pemerintah HKSAR mengambil langkah-langkah proaktif untuk mendukung pembangunan nasional ini, memposisikan Hong Kong sebagai hub aplikasi udara rendah yang inovatif di kawasan Asia-Pasifik," lanjutnya.

Baca Juga: Valuasi Shein Anjlok 70%, Kini Bidik Dana US$1,77 Miliar dari IPO Hong Kong

Sementara itu, Chairman Cyberport Simon Chan menegaskan kesiapan kawasannya sebagai mitra lokasi uji coba sekaligus penggerak ekosistem ini. 

"Cyberport secara aktif mendukung inisiatif ini sebagai mitra tempat untuk Regulatory Sandbox, terus meningkatkan fasilitas dan lingkungan pendukung penerbangan udara rendah, serta mengumpulkan data operasional dalam jumlah besar untuk mempercepat translasi teknologi dan aplikasi yang teregulasi," kata Simon.

Direktur Eksekutif Kwoon Chung Bus, Timothy Wong, menambahkan, pihaknya berencana menggabungkan armada kendaraan darat otomatis (autonomous) dengan rute udara rendah (Smart Land-Air Intermodal). Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang saling terhubung secara langsung antara jalur darat dan udara bagi masyarakat maupun wisatawan.




TERBARU

[X]
×