Sumber: New Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Nestlé Malaysia memastikan bahwa produk susu formula bayi yang dijual di negara tersebut aman untuk dikonsumsi, meskipun sebelumnya terjadi penarikan produk secara sukarela di sejumlah negara lain.
Mengutip New Straits Times, klarifikasi ini disampaikan menyusul laporan adanya masalah kualitas pada salah satu bahan baku yang berasal dari pemasok utama Nestlé.
Dalam pernyataan resminya, Nestlé Malaysia menyebutkan bahwa pihaknya langsung melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh stok produk begitu menerima informasi tersebut.
“Hasil peninjauan menunjukkan hanya ada dua batch yang teridentifikasi, yaitu NAN HA 1 Infant Formula 800 gram (Nomor Batch: 52670017C2) dan NAN HA 1 Infant Formula 400 gram (Nomor Batch: 52670017A1),” ujar Nestlé Malaysia.
Dua batch tersebut saat ini disimpan di Pusat Distribusi Nestlé.
“Produk yang dimaksud masih berada dalam kendali perusahaan dan tidak ada produk lain di pasar lokal yang terdampak,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin
Meski demikian, Nestlé Malaysia mengungkapkan bahwa terdapat satu kaleng produk yang sempat terjual dan kasus tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan Malaysia.
Untuk memastikan keselamatan bayi tetap terjaga, perusahaan menyatakan tengah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan guna menjaga transparansi serta memastikan informasi yang akurat sampai kepada masyarakat.
“Bagi konsumen yang memiliki pertanyaan, dapat menghubungi Nestlé Consumer Services Centre di nomor 1800-88-3433,” kata perusahaan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia menyampaikan bahwa Program Keselamatan dan Kualitas Pangan menerima pemberitahuan dari International Food Safety Authorities Network pada 8 Januari terkait kasus tersebut.
Baca Juga: Nestle Pangkas 16.000 Pekerja untuk Percepat Transformasi Perusahaan
Dalam pemberitahuan itu disebutkan adanya kontaminasi toksin cereulide yang berasal dari bakteri Bacillus cereus, yang dapat menimbulkan gejala seperti mual dan muntah pada bayi.
“Kementerian Kesehatan akan terus memantau perkembangan kasus ini bersama Nestlé Malaysia untuk memastikan keamanan produk tetap terjamin,” ujar kementerian.













