kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.925   -16,00   -0,09%
  • IDX 5.893   -42,98   -0,72%
  • KOMPAS100 760   -5,29   -0,69%
  • LQ45 586   -4,87   -0,82%
  • ISSI 204   -2,04   -0,99%
  • IDX30 327   -3,12   -0,95%
  • IDXHIDIV20 420   -3,00   -0,71%
  • IDX80 87   -0,65   -0,74%
  • IDXV30 115   -0,52   -0,45%
  • IDXQ30 107   -1,10   -1,01%

Ngeri! Militer Myanmar peringatkan pengunjuk rasa tentang risiko ditembak di kepala


Jumat, 26 Maret 2021 / 23:49 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria yang ditembak selama tindakan keras pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta menunjukkan penghormatan tiga jari saat dia dibantu di Thingangyun, Yangon, Myanmar, 14 Maret 2021. REUTERS/Stringer 


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - YANGON. Militer Myanmar, Jumat (26/3) memperingatkan para pengunjuk rasa tentang risiko ditembak di kepala, ketika aktivis anti-kudeta menyerukan unjuk rasa besar pada Hari Angkatan Bersenjata negara itu pada Sabtu (27/3).

Sebuah siaran di saluran berita MRTV milik Pemerintah Myanmar yang ditujukan kepada para pengunjuk rasa, seperti dikutip Reuters, mengatakan: "Anda harus belajar bahwa Anda bisa dalam bahaya ditembak di kepala dan punggung".

Setidaknya 320 orang tewas dalam kerusuhan berminggu-minggu sejak militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari lalu, menurut angka pada Kamis (25/3) malam dari kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Data AAPP menunjukkan, sedikitnya 25% dari mereka yang terbunuh tewas akibat tembakan di kepala. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa mereka sengaja menjadi sasaran pembunuhan.

Selanjutnya: Di tengah protes berdarah anti-kudeta, Rusia perkuat hubungan militer dengan Myanmar




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×