Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang Nikkei 225 melonjak lebih dari 4% pada Rabu (8/4/2026) seiring turunnya harga minyak dunia setelah muncul sinyal gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 naik 4,67% ke 55.923,27, sementara indeks yang lebih luas, TOPIX, menguat 3% menjadi 3.763,51.
Baca Juga: Intelijen AS Peringatkan Ancaman Iran, Sikap Trump Picu Sorotan
Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat pembukaan kembali Selat Hormuz.
Penurunan tajam harga minyak menjadi katalis utama penguatan pasar saham Jepang. Harga minyak mentah AS turun sekitar 16,5% ke level US$94 per barel, meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, ekonomi Jepang sangat sensitif terhadap kenaikan harga minyak.
Penurunan harga energi ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Baca Juga: Ini Reaksi Investor atas Aksi Trump yang Setuju Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran
Dari sisi pergerakan saham, terdapat 212 saham naik berbanding hanya 10 saham turun di indeks Nikkei.
Beberapa saham dengan kenaikan terbesar antara lain: Furukawa Electric melonjak 12,4%, Advantest naik 9,3%, dan Resonac Holdings menguat 9,3%.
Sementara itu, saham yang melemah dipimpin oleh: Inpex turun 7,4%, Mitsui O.S.K. Lines melemah 4,1%, dan Kawasaki Kisen Kaisha turun 2,8%.












