kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Nintendo Siapkan Divestasi Saham Strategis


Jumat, 27 Februari 2026 / 16:44 WIB
Nintendo Siapkan Divestasi Saham Strategis


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Raksasa gim Jepang Nintendo berencana merombak kepemilikan saham strategisnya. Langkah ini akan melibatkan sejumlah institusi keuangan, termasuk MUFG Bank dan Bank of Kyoto yang disebut-sebut akan melepas saham produsen “Super Mario” tersebut.

Mengutip laporan Reuters (27/2), nilai penjualan saham diperkirakan mencapai sekitar 300 miliar yen atau setara US$ 1,9 miliar. Sumber yang mengetahui rencana ini menyebutkan, keputusan bisa diambil paling cepat pada Jumat. Bersamaan dengan itu, Nintendo juga dikabarkan menyiapkan aksi pembelian kembali (buyback) saham.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan sejumlah bank Jepang yang mulai mengurangi praktik kepemilikan silang (cross-shareholding). Pada 2019 lalu, penjualan saham Nintendo oleh sejumlah pemegang saham, termasuk kedua bank tersebut, tercatat mencapai sekitar 71 miliar yen.

Baca Juga: Saham Nintendo Anjlok 10% Meski Penjualan Switch 2 Solid, Ada Apa?

Per September tahun lalu, Bank of Kyoto masih memegang 4,19% saham Nintendo. Sementara MUFG Bank menguasai 3,62% saham melalui bank kustodian. Induk MUFG Bank, Mitsubishi UFJ Financial Group, menolak berkomentar. Adapun Kyoto Financial Group belum memberikan tanggapan resmi.

Tekanan untuk merombak kepemilikan silang memang menguat dalam beberapa tahun terakhir. Regulator dan Tokyo Stock Exchange aktif mendorong emiten meningkatkan tata kelola dan transparansi, termasuk dengan mengurangi praktik saling memiliki saham yang dinilai bisa melemahkan akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa Toyota tengah menyiapkan langkah serupa dengan nilai potensi pelepasan saham mencapai sekitar US$ 19 miliar. Praktik kepemilikan silang yang telah lama mengakar di Jepang kini semakin disorot investor global karena dianggap menghambat reformasi tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Thailand Bukukan Surplus Transaksi Berjalan US$724 Juta di Januari 2026


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×