kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Thailand Bukukan Surplus Transaksi Berjalan US$724 Juta di Januari 2026


Jumat, 27 Februari 2026 / 14:56 WIB
Thailand Bukukan Surplus Transaksi Berjalan US$724 Juta di Januari 2026
ILUSTRASI. Baht Thailand (REUTERS/SOVEIT YARN)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID. Thailand mencatat surplus transaksi berjalan sebesar US$724 juta pada Januari 2026, seiring lonjakan ekspor dan perbaikan aktivitas ekonomi di awal tahun.

Mengutip laporan Reuters, Jumat (27/2/2026), Bank of Thailand menyatakan perekonomian pada Januari tumbuh dibanding bulan sebelumnya.

Namun, laju ekspansi diperkirakan melambat setelah berakhirnya sejumlah program stimulus pemerintah.

Baca Juga: Bursa Jepang Rekor Lagi, Melonjak 10,4% di Februari 2026

Dari sisi perdagangan, ekspor Thailand melonjak 23,6% pada Januari dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor juga naik tajam 30,1% secara tahunan.

Indeks konsumsi swasta yang dirilis bank sentral meningkat 1,0% pada Januari dibanding Desember.

Adapun indeks investasi swasta naik 2,7% secara bulanan, mencerminkan perbaikan aktivitas sektor riil.

Di sisi kebijakan moneter, bank sentral Thailand secara tak terduga memangkas suku bunga acuannya pada Rabu lalu guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Singapura Akan Atur Penjualan Blind Box dan Trading Card, Cegah Unsur Perjudian

Pertumbuhan ekonomi Thailand tahun ini diperkirakan berada di kisaran 2%. Namun, Gubernur Vitai Ratanakorn menyatakan target pertumbuhan yang diupayakan berada di level 2,7%.

Langkah pelonggaran moneter tersebut menunjukkan fokus otoritas pada penguatan momentum pertumbuhan, di tengah tantangan eksternal dan meredanya dukungan stimulus fiskal.


Tag


TERBARU

[X]
×