kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Obama Akhirnya Buka Suara! 8 Kata Menohok Tanggapi Tarif Kontroversial Trump


Sabtu, 05 April 2025 / 19:56 WIB
Obama Akhirnya Buka Suara! 8 Kata Menohok Tanggapi Tarif Kontroversial Trump
ILUSTRASI. Barack Obama akhirnya memecah kebisuannya terkait kebijakan tarif terbaru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump. REUTERS/Brandon Bell


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Barack Obama akhirnya memecah kebisuannya terkait kebijakan tarif terbaru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump, yang kembali menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang singkat namun tajam, Obama menyampaikan kekhawatiran mendalamnya terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini.

Imagine if I had done any of this? (Bayangkan jika saya yang melakukan ini?)” ujar Obama dengan nada penuh sindiran, yang segera menjadi kutipan ikonik dari pidatonya.

Mengutip Unilad, komentar delapan kata tersebut diutarakan saat Obama tampil dalam sebuah diskusi publik di Hamilton College, Clinton, New York, pada Kamis, 4 April 2025.

Dalam acara tersebut, Obama tidak hanya membahas buku memoarnya yang tengah diselesaikan, tetapi juga memberikan pandangannya mengenai tarif ekspor-impor baru yang diperkenalkan Trump pada 2 April lalu.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Ancam Stabilitas Ekonomi Global, Ini Peringatan The Fed

Tarif Trump: 10 Persen Global, Hingga 46 Persen untuk Negara 'Pelanggar Terburuk'

Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan gelombang baru tarif perdagangan yang mencakup 10 persen sebagai tarif dasar global, dan tarif yang lebih tinggi terhadap daftar 60 negara yang ia sebut sebagai "pelanggar terburuk".

Beberapa negara yang terkena dampak paling besar antara lain:

  • Jepang: 24%

  • Afrika Selatan: 30%

  • Vietnam: 46%

Trump menyampaikan kebijakan ini dalam pidato publik di Taman Mawar Gedung Putih, yang ia sebut sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), sebagai simbol pembebasan ekonomi AS dari ketergantungan terhadap impor asing.

Obama: Tarif Trump Tidak Baik untuk Amerika

Dalam pernyataannya, Barack Obama secara tegas menyebut bahwa kebijakan tarif tersebut “tidak akan baik untuk Amerika”. Ia menyoroti bahwa yang lebih mengkhawatirkan dari sekadar kebijakan tarif adalah menurunnya komitmen pemerintah terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

“Saya lebih khawatir dengan pemerintah federal yang mengancam universitas karena membela kebebasan berbicara mahasiswa,” kata Obama.

Ia juga mengkritik keras dugaan tekanan yang dilakukan Gedung Putih terhadap firma hukum yang mewakili pihak-pihak yang dianggap bertentangan dengan kepentingan pemerintah saat ini.

Baca Juga: Trump dan China Saling Balas Tarif Impor, Dunia Bersiap Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Sindiran Tajam: “Bayangkan Jika Saya yang Melakukan Ini?”

Pernyataan Obama yang paling menyita perhatian adalah sindiran langsung terhadap standar ganda dalam dunia politik Amerika. Ia mengatakan bahwa partai-partai politik yang kini diam akan bersikap jauh berbeda jika dirinya yang menerapkan kebijakan serupa.

“Tidak terbayangkan bahwa partai-partai yang kini diam akan membiarkan saya, atau presiden lain sebelum saya, melakukan hal seperti ini.”

Obama menyampaikan bahwa pemulihan terhadap tatanan demokrasi tidak dapat bergantung pada satu orang saja, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh warga negara.

Tarif Baru Berlaku Hari Ini: AS Gunakan Undang-Undang IEEPA

Tarif dasar sebesar 10 persen telah mulai berlaku pada hari ini, 5 April 2025, dan tarif khusus bagi 60 negara dengan defisit perdagangan terbesar terhadap AS akan diberlakukan mulai 9 April 2025 pukul 12.01 siang EDT.

Pemerintah AS menyatakan bahwa tarif-tarif ini akan tetap berlaku sampai ancaman dari defisit perdagangan dinyatakan “teratasi, terselesaikan, atau terkendali”.

Trump menggunakan wewenang dari International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk menerapkan kebijakan tarif ini, dan menyatakan bahwa “selama puluhan tahun, negara kita telah dijarah oleh bangsa lain, baik kawan maupun lawan.”

Baca Juga: Tarik Ulur Penjualan Aset TikTok di AS: China Tarik Diri Akibat Tarif Tinggi Trump

Reaksi Politik dan Ekonomi Terpecah

Kebijakan Trump memicu reaksi keras dari kalangan Demokrat, termasuk Obama, dan kekhawatiran dari kalangan pelaku usaha atas potensi kenaikan harga barang, inflasi, dan penurunan daya beli konsumen.

Sementara itu, para pendukung Trump menyambut kebijakan ini sebagai langkah tegas dalam melindungi industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

Di sisi lain, para analis memperingatkan bahwa tarif impor dapat memicu retaliasi dari negara-negara mitra dagang utama, yang berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Selanjutnya: Aprobi Minta Perlindungan Industri Domestik Imbas Kebijakan Tarif Trump

Menarik Dibaca: Infinix Note 40 HP Keren dengan Spesifikasi Mantap, Cuma 2 Jutaan!


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×