kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.969   77,00   0,43%
  • IDX 6.002   -99,13   -1,62%
  • KOMPAS100 781   -14,41   -1,81%
  • LQ45 590   -8,67   -1,45%
  • ISSI 208   -4,12   -1,95%
  • IDX30 333   -4,54   -1,34%
  • IDXHIDIV20 408   -4,92   -1,19%
  • IDX80 89   -1,67   -1,85%
  • IDXV30 110   -0,94   -0,84%
  • IDXQ30 107   -1,18   -1,10%

OECD Nilai Risiko Stagflasi Akibat Konflik Iran Masih Terbatas


Kamis, 23 April 2026 / 18:11 WIB
OECD Nilai Risiko Stagflasi Akibat Konflik Iran Masih Terbatas
ILUSTRASI. OECD (OECD/Michael Dean)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Organisation Economic Cooperation and Development (OECD) menilai, risiko terjadinya stagflasi global akibat konflik Iran belum menjadi skenario utama.

Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann menyatakan, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis stagflasi yang terjadi pada 1970-an.

Baca Juga: Korea Selatan–Vietnam Perkuat Kerja Sama, Puluhan Kesepakatan Bisnis Siap Diteken

“Kami tidak melihat risiko stagflasi sebagai skenario dasar,” ujar Cormann dalam forum ekonomi di Delphi, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan inflasi saat ini lebih banyak dipicu oleh guncangan pasokan energi, bukan oleh permintaan yang meluas di seluruh sektor ekonomi.

Menurutnya, meski konflik geopolitik mendorong kenaikan harga energi, ekonomi global masih memiliki sejumlah fondasi yang cukup kuat untuk menahan dampak tersebut.

Baca Juga: Robinhood Kantongi Izin Prinsip di Singapura, Siap Perluas Layanan Broker di Asia

Sebagai informasi, stagflasi merupakan kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melambat atau stagnan, sementara inflasi dan tingkat pengangguran tetap tinggi secara bersamaan.




TERBARU

[X]
×