kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.049   49,00   0,27%
  • IDX 5.653   -287,83   -4,84%
  • KOMPAS100 742   -43,11   -5,49%
  • LQ45 562   -27,41   -4,65%
  • ISSI 195   -10,67   -5,18%
  • IDX30 319   -14,72   -4,41%
  • IDXHIDIV20 397   -15,27   -3,71%
  • IDX80 84   -4,60   -5,18%
  • IDXV30 109   -4,78   -4,22%
  • IDXQ30 103   -4,44   -4,12%

Olimpiade Tokyo terancam batal karena lonjakan kasus corona di Jepang


Jumat, 16 April 2021 / 22:20 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

"Mengadakan Olimpiade Tokyo 2020 untuk tujuan politik dan ekonomi domestik namun mengabaikan kepentingan ilmiah dan moral sebagai sesuatu yang bertentangan dengan komitmen Jepang terhadap kesehatan global dan keamanan manusia," tambahnya. 

Sebuah survei terhadap lebih dari 1.000 dokter Jepang bulan lalu menunjukkan bahwa 75% percaya lebih baik menunda Olimpiade, menurut perusahaan rujukan dokter Ishinotomo.

Profesor Universitas Kyoto, Hiroshi Nishiura, seorang penasihat pandemi pemerintah, mendesak pihak berwenang menunda Olimpiade satu tahun untuk memberikan lebih banyak waktu untuk vaksinasi publik.

Baca Juga: Sukses terbitkan obligasi, Tencent raih US$ 4,5 miliar

Jepang memulai dorongan inokulasinya pada bulan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara ekonomi utama. Sejauh ini, hanya 0,9% publik Jepang yang menerima program pertama dibandingkan dengan 2,5% di Korea Selatan, dan 48% di Inggris Raya.

Pemerintah Jepang membantah laporan pekan lalu yang akan memprioritaskan atlet untuk vaksinasi. Australia adalah satu negara yang sedang mempertimbangkan langkah seperti itu. 

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala kemungkinan untuk mencegah penularan lebih lanjut menjelang Olimpiade. Suga, yang sedang dalam kunjungan ke Amerika Serikat, mungkin telah menelepon CEO Pfizer Inc Albert Bourla untuk meminta lebih banyak pasokan vaksin.

Selanjutnya: Akhir April, WHO putuskan penggunaan darurat vaksin Sinopharm dan Sinovac




TERBARU

[X]
×