kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.705   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Olympus menyerah, tutup bisnis kamera setelah 84 tahun....


Kamis, 25 Juni 2020 / 05:37 WIB
ILUSTRASI. Membidik para fotografer yang membutuhkan speed dalam pekerjaannya, serta videographer yang mendambakan kualitas video 4K, Olympus menyajikan sebuah kamera baru seri OM-D E-M1 Mark II.


Sumber: BBC,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tahun 1970-an adalah titik tertinggi, di mana kamera mereka diiklankan di televisi oleh fotografer selebriti seperti David Bailey dan Lord Litchfield.

"Kamera-kamera itu revolusioner - mereka sangat kecil, sangat ringan, mereka dirancang dengan indah, memiliki lensa berkualitas sangat bagus," tambah Atherton.

Baca Juga: Olympus dituntut SFO Inggris atas skandal akuisisi

Fitur-fitur ini terus dikembangkan perusahaan, meskipun ada masalah dengan teknologi baru seperti autofocus, kata Atherton. Tetapi perusahaan memiliki produksi gelombang kedua dengan kamera digital, di mana mereka adalah pengadopsi awal.

Akan tetapi, mereka menargetkan kamera mirrorless di pasar menengah, yakni orang yang bukan fotografer serius dan menginginkan sesuatu yang lebih baik daripada kamera point-and-shoot, tetapi mereka tidak menginginkan kamera DSLR.

Baca Juga: Olympus yakin, kamera mirrorless menggeser DSLR

"Pasar itu dengan sangat cepat ditelan oleh smartphone, dan ternyata tidak eksis," jelas Atherton.

Pasar untuk kamera mandiri telah turun secara dramatis, dengan prediksi penurunan mencapai 84% antara periode 2010 dan 2018.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×