kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Operasi terselubung puluhan ribu akun Twitter menghancurkan masa depan NBA di China


Kamis, 17 Oktober 2019 / 20:36 WIB
Operasi terselubung puluhan ribu akun Twitter menghancurkan masa depan NBA di China
ILUSTRASI. Penjaga Toronto Raptors Jose Calderon pergi ke keranjang melawan penjaga New York Knicks Jeremy Lin (kiri) selama paruh pertama pertandingan basket NBA mereka di Toronto 14 Februari 2012.

Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Noverius Laoli

Hasilnya memang terbukti, Morey langsung merasa bersalah dan menghapus cuitan itu. Ia merasa seolah-olah publik China marah atas cuitan itu.

Setelah itu, ia mencuit kembali dan minta maaf. Serangan troll tak berhenti, cuitan Morey kembali diserang hingga akhirnya ada respons sponsor-sponsor NBA dari China menarik diri.

Menurut Clemson, tujuan dalam serangan troll ini adalah untuk memanipulasi percakapan tentang protes Hong Kong. Para troll itu ingin menunjukkan bahwa orang lebih peduli dengan pro China dibandingkan Hong Kong.

Baca Juga: Inilah kesalahan terbesar yang kerap dilakukan entrepreneur

Ini bukan pertama kalinya ada upaya kampanye disinformasi soal Hong Kong. Twitter sudah pernah mengidentifikasi ada kampanye disinformasi pada bulan Agustus. Banyak akun yang ditangguhkan saat itu. Twitter mencatat 936 akun berkaitan kampanye anti Hong Kong.

Dalam persoalan cuitan Morey, Twitter juga sudah menangguhkan akun-akun tak jelas. "Aktivitas terkoordinasi dan bentuk manipulasi platform lainnya tidak memiliki tempat di layanan kami," kata juru bicara Twitter.

NBA yang besar karena media sosial kini terancam juga karena satu cuitan di media sosial.




TERBARU

Close [X]
×