kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Otoritas bursa ikut investigasi Yahoo soal peretas


Selasa, 24 Januari 2017 / 11:59 WIB
Otoritas bursa ikut investigasi Yahoo soal peretas

Reporter: Mona Tobing | Editor: Rizki Caturini

CALIFORNIA. Kasus peretasan akun email yang dialami Yahoo Inc, mendorong otoritas bursa Amerika Serikat melakukan penyelidikan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akan menyelidiki soal keterbukaan informasi Yahoo kepada investornya atas peretasan email tersebut.

SEC sedang menginvestigasi apakah serangan hacker sebanyak dua kali pada tahun 2014 dan September 2016 lalu telah dilaporkan kepada investor. Sumber yang dikutip dari Wall Street Journal mengatakan, sejak Desember tahun lalu otoritas bursa telah membuka penyelidikan dan meminta dokumen tentang serangan siber dari Yahoo.


Dokumen tersebut untuk menelisik langkah-langkah Yahoo dalam pemenuhan aturan main pasar modal mengenai keamanan siber. Sebab SEC mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan risiko cybersecurity secepat mungkin saat mendapat serangan siber.

Hal ini mengacu pada aturan industri sekuritas yang mengharuskan perusahaan publik melaporkan insiden peretasan alias  hacking. Gunanya untuk mengetahui efek yang terjadi pada investor. SEC meminta agar Yahoo mengungkapkan informasi material soal serangan siber yang mereka alami.

Jurubicara SEC menolak berkomentar terkait rencana penyelidikan ini. Pun dengan juru bicara Yahoo. Seperti diketahui, akun pengguna email Yahoo telah diretas sebanyak dua kali.

Pertama kali, perusahaan search engine ini mengumumkan setengah miliar akun Yahoo telah diretas. Kemudian pada September 2016, Yahoo kembali mengumumkan peretasan satu miliar akun.

SEC menilai, perusahaan internet sering kali menghadapi serangan siber dan dampaknya kerap menghantam harga saham. Harga saham Yahoo jatuh karena pelanggaran data yang dilakukan.

SEC membawa telah sejumlah kasus karena kegagalan perusahaan untuk melindungi konsumennya terhadap serangan hacker. Karena ada kerugian material yang terjadi pada investor.

Sebelumnya Yahoo menjelaskan, instansi lain juga sedang menyelidiki kasus Yahoo ini. Antara lain, Federal Trade Commision, dan Kantor Jaksa AS di Manhattan. Yahoo juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga termasuk SEC untuk mencari informasi dan dokumen tentang insiden keamanan siber tersebut.


Tag

TERBARU

[X]
×