kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.927   -1,00   -0,01%
  • IDX 6.196   77,23   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,28   1,18%
  • LQ45 610   7,06   1,17%
  • ISSI 217   3,68   1,73%
  • IDX30 340   3,89   1,16%
  • IDXHIDIV20 435   5,17   1,20%
  • IDX80 91   1,10   1,22%
  • IDXV30 118   1,80   1,55%
  • IDXQ30 111   1,02   0,93%

Pahami kekecewaan Trump, Biden: Saatnya singkirkan retorika kasar dan turunkan suhu


Senin, 09 November 2020 / 06:50 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Selamat mengalir dari luar negeri, termasuk dari Perdana Menteri Inggris yang konservatif Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Dukungan ini membuat Trump sulit untuk mendorong klaimnya yang berulang, tanpa bukti, bahwa pemilu itu curang terhadapnya.

Trump, yang sedang bermain golf ketika jaringan televisi besar memproyeksikan saingannya menang, segera menuduh Biden "bergegas untuk berpura-pura menjadi pemenang".

"Pemilihan ini masih jauh dari selesai," katanya dalam sebuah pernyataan.

Trump telah mengajukan gugatan hukum untuk menantang hasil pemilu. Tetapi pejabat pemilu di negara bagian di seluruh AS mengatakan tidak ada bukti penipuan yang signifikan, dan pakar hukum mengatakan upaya Trump tidak mungkin berhasil.

Sebelum pemilihan, Trump menolak untuk berkomitmen memberi transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah, dan dia secara salah menyatakan kemenangan jauh sebelum penghitungan selesai.

Selanjutnya: Joe Biden menang pemilu, warga Arab ragu kebijakan AS di Timur Tengah berubah




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×