kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Pakar penyakit menular ingatkan kasus corona AS bisa melonjak jadi 100.000 per hari


Rabu, 01 Juli 2020 / 05:30 WIB
Pakar penyakit menular ingatkan kasus corona AS bisa melonjak jadi 100.000 per hari

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pakar penyakit menular pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa jumlah kasus baru virus corona di AS bisa meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 100.000 per hari jika lonjakan saat ini semakin tak terkendali, meski ia sangat optimistis vaksin akan tersedia awal tahun depan.

California, Texas dan Arizona telah muncul sebagai episenter baru pandemi, masing-masing melaporkan peningkatan kasus Covid-19, menambah tekanan pada sejumlah vaksin potensial yang sedang diuji coba.

"Jelas kita tidak berada dalam kendali penuh saat ini," ujar Dr. Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular kepada komite Senat AS seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Wall Street melaju, S&P 500 cetak kuartal terbaik sejak 1998

"Saya sangat khawatir karena itu bisa menjadi sangat buruk."

Fauci mengatakan peningkatan harian kasus baru secara nasional, saat ini sekitar 40.000, dapat mencapai 100.000 kecuali upaya nasional dilakukan untuk memusnahkan virus yang bangkit kembali.

“Kami tidak bisa hanya fokus pada area-area yang mengalami lonjakan. Ini menempatkan seluruh negara dalam bahaya, ” katanya.

Fauci mengatakan tidak ada jaminan vaksin untuk mencegah infeksi ini segera ada, tetapi data awal telah membuat para ilmuwan sangat optimis bahwa vaksin akan tersedia pada tahun 2021. 

"Mudah-mudahan akan ada dosis yang tersedia pada awal tahun depan," katanya.

Jumlah kasus Covid-19 meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan Juni di setidaknya 10 negara bagian, termasuk Texas dan Florida, menurut penghitungan Reuters. Di bagian Texas dan Arizona, rumah sakit kekurangan pasokan tempat tidur perawatan intensif untuk pasien Covid-19.




TERBARU

[X]
×