Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD. Rencana pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih samar. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran.
"Isu-isu nuklir termasuk di antara topik yang sedang dibahas oleh berbagai negara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Kamis (16/4/2026), seperti dilansir Reuters.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (14/4/2026), mengatakan, perundingan untuk mengakhiri perang Iran kemungkinan akan kembali digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan.
Kegagalan negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca Juga: Donald Trump: Setelah 34 Tahun, Pemimpin Lebanon dan Israel Akan Bertemu
Melansir Reuters, pejabat dari negara-negara Teluk, Pakistan, dan Iran juga menyebut tim perunding dari AS dan Iran berpotensi kembali ke Pakistan pada pekan ini. Namun, seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan.
“Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong untuk pergi ke sana,” kata Trump dalam wawancara dengan New York Post.
Meski blokade AS memicu pernyataan keras dari Teheran, sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka membantu menenangkan pasar minyak, sehingga harga acuan turun di bawah US$ 100 per barel pada Selasa.
Pembicaraan tingkat tinggi antara kedua pihak yang bermusuhan sejak Revolusi Islam 1979 berakhir di Islamabad tanpa terobosan, memunculkan keraguan terhadap kelangsungan gencatan senjata dua pekan yang masih tersisa satu minggu. Sejumlah isu krusial yang dipertaruhkan antara lain akses ke Selat Hormuz, program nuklir Iran, serta sanksi internasional terhadap Teheran.
Baca Juga: Ancaman Selat Hormuz: Harga Minyak Bergerak Tipis













