CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Panel WHO: Banyak negara abaikan ancaman pandemi dan tidak siap menghadapinya


Jumat, 14 Mei 2021 / 04:45 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Untuk mengatasi wabah dan pandemi di masa depan, panel meminta Dewan Ancaman Kesehatan Global yang terdiri dari para pemimpin dunia, ditambah konvensi pandemi.

G20 juga harus menciptakan Fasilitas Pembiayaan Pandemi Internasional, yang mampu membelanjakan US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar per tahun untuk kesiapsiagaan, dengan US$ 50 miliar sampai US$ 100 miliar siap bergulir jika terjadi krisis.

"Pada akhirnya, menginvestasikan miliaran dalam kesiapsiagaan sekarang akan menghemat triliunan di masa depan, seperti yang digambarkan dengan jelas oleh pandemi saat ini," kata Clark.

Panel juga mengusulkan perombakan WHO untuk memberinya kendali yang lebih besar atas pendanaannya dan lebih banyak wewenang untuk kepemimpinannya.

Sistem peringatannya harus lebih cepat dan harus memiliki wewenang untuk mengirim misi ahli ke negara-negara segera tanpa menunggu lampu hijau mereka, Clark menambahkan.

Selanjutnya: Gelombang ketiga Covid-19, Malaysia mengumumkan penguncian nasional hingga 7 Juni




TERBARU

[X]
×