kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.805   24,00   0,14%
  • IDX 8.944   10,63   0,12%
  • KOMPAS100 1.232   5,76   0,47%
  • LQ45 871   5,51   0,64%
  • ISSI 324   1,29   0,40%
  • IDX30 443   -0,12   -0,03%
  • IDXHIDIV20 519   3,03   0,59%
  • IDX80 137   0,70   0,51%
  • IDXV30 144   1,20   0,84%
  • IDXQ30 142   0,53   0,37%

Para Pemimpin Dunia Desak PBB Turun Tangan Usai Penangkapan Maduro


Senin, 05 Januari 2026 / 08:40 WIB
Para Pemimpin Dunia Desak PBB Turun Tangan Usai Penangkapan Maduro
ILUSTRASI. Komunitas internasional bereaksi terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump atas penangkapan Maduro dan istrinya. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebaliknya, para pemimpin Argentina, Ekuador, dan Ukraina menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Amerika Serikat.

“Kebebasan terus maju. Hidup kebebasan,” tulis Presiden Argentina Javier Milei di X.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan, “Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, terbebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran HAM. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut.”

Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di New York. Maduro dituduh melakukan “konspirasi terorisme narkotika, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat.”

“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kerasnya keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” tulis Bondi di X.

Tonton: Dunia Terbelah Usai AS Tangkap Maduro, Kecaman Mengalir dari China hingga Rusia

Kesimpulan 

Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat memicu polarisasi global yang tajam: sebagian besar negara menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan mendesak intervensi PBB, sementara sekutu AS membingkainya sebagai pembelaan terhadap demokrasi dan HAM, memperlihatkan bahwa aksi militer sepihak Washington berpotensi memperdalam krisis legitimasi tatanan internasional serta menguji peran PBB di tengah meningkatnya politik kekuatan global.

Selanjutnya: Dana Asing Dukung Stabilitas Rupiah 2026

Menarik Dibaca: Investasi Sejak Dini, 9 Kebiasaan Sehat Usia 30-an yang Membantu Hidup Lebih Panjang




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×