Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebaliknya, para pemimpin Argentina, Ekuador, dan Ukraina menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Amerika Serikat.
“Kebebasan terus maju. Hidup kebebasan,” tulis Presiden Argentina Javier Milei di X.
Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan, “Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, terbebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran HAM. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut.”
Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di New York. Maduro dituduh melakukan “konspirasi terorisme narkotika, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat.”
“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kerasnya keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” tulis Bondi di X.
Tonton: Dunia Terbelah Usai AS Tangkap Maduro, Kecaman Mengalir dari China hingga Rusia
Kesimpulan
Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat memicu polarisasi global yang tajam: sebagian besar negara menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan mendesak intervensi PBB, sementara sekutu AS membingkainya sebagai pembelaan terhadap demokrasi dan HAM, memperlihatkan bahwa aksi militer sepihak Washington berpotensi memperdalam krisis legitimasi tatanan internasional serta menguji peran PBB di tengah meningkatnya politik kekuatan global.













