Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Komunitas internasional bereaksi terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump yang disampaikan lewat media sosial pada dini hari: Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya.
Dalam beberapa jam setelah pengumuman tersebut, banyak pemimpin dunia mengecam tindakan Amerika, termasuk dari Meksiko, Kuba, Brasil, Kolombia, China, Iran, dan Rusia.
Mengutip The Center Square, pemerintah Meksiko merilis pernyataan resmi yang “dengan keras” mengecam serangan tersebut, dengan menyebut Amerika Serikat telah “jelas melanggar” Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Pemerintah Meksiko… menolak aksi militer yang dilakukan secara sepihak dalam beberapa jam terakhir oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat terhadap target di wilayah Republik Bolivarian Venezuela,” demikian bunyi pernyataan itu.
Pemerintah Meksiko kemudian mendesak PBB untuk turun tangan.
“Meksiko juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera bertindak guna meredakan ketegangan, memfasilitasi dialog, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan solusi damai dan berkelanjutan sesuai hukum internasional,” demikian pernyataan resmi pemerintah Meksiko.
Baca Juga: Rusia Sebut Serangan Trump ke Venezuela Ilegal dan Destabilisasi
Pemimpin Kuba yang berhaluan komunis dan sekutu Maduro, Presiden Miguel Díaz-Canel, menjadi salah satu pihak pertama yang secara terbuka mengecam serangan tersebut melalui platform X pada Sabtu dini hari. Seperti Meksiko, Kuba menyerukan respons dari komunitas internasional atas apa yang disebut Díaz-Canel sebagai “serangan kriminal.”
“#ZonaDePaz kami sedang diserang secara brutal,” tulis Díaz-Canel, merujuk pada deklarasi Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia tahun 2014 yang menetapkan kawasan tersebut sebagai “Zona Damai.” Amerika Serikat dan Kanada tidak ikut dalam deklarasi itu.
Kementerian Luar Negeri Rusia, yang juga merupakan sekutu Maduro, menyatakan Venezuela harus dibiarkan menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan destruktif, terutama militer, dari pihak luar.
Rusia bergabung dengan sejumlah negara lain yang menyerukan digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk mengecam tindakan Amerika dan mendorong penyelesaian damai.
Sementara itu, beberapa pemimpin Barat menyatakan keprihatinan atas hukum internasional tanpa secara tegas mengecam serangan tersebut.
Baca Juga: Delcy Rodríguez, Pewaris Kekuasaan Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
“Saya ingin memastikan fakta-faktanya terlebih dahulu,” kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. “Saya bisa menegaskan bahwa kami tidak terlibat … dan saya selalu percaya bahwa kita semua harus menjunjung hukum internasional.”













