kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Pasangan Ini Menempuh Perjalanan dari Eropa ke Australia Tanpa Pesawat Terbang


Sabtu, 20 Juli 2019 / 05:10 WIB


Sumber: DW.com | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

Giluia mengajari koki kapal membuat tiramisu, sementara Lorenz membuat salad kentang berdasarkan resep neneknya. Pada akhirnya para kru kapal pun mengunjungi mereka di Sydney.

Momen tak terlupakan lainnya yaitu saat mereka berhasil melintasi Rusia di Irkutsk, Siberia, dimana mereka berjalan di sepanjang tepi Danau Baikal. “Hutannya begitu lebat dan indah, dipenuhi serangga dan kupu-kupu,” kata Lorenz.

Baca Juga: Akibat polusi udara Jakarta memburuk, Jokowi hingga Anies digugat ke pengadilan

Seperti halnya petualangan lainnya, mereka pun mendapatkan banyak pengalaman hidup. Contohnya saat mereka harus bertemu dengan sekelompok 20 orang tentara di dalam kereta.

“Mereka sangat ingin tahu opini kami tentang berbagai isu politik mengenai Rusia,” Lorenz menjelaskan. Bahkan para tentara tersebut memberikan kedua pasangan ini kopi dan cokelat.

Prinsip hidup vegetarian mereka juga membuat penduduk lokal terheran-heran. Mencoba memahami mereka, bahkan salah seorang koki sebuah restoran di Cina pun mengajak mereka ke dalam dapur dan meminta mereka melihat lemari es untuk memberi tahu bahan-bahan apa saja yang bisa mereka makan.

Semakin berkembang

Secara keseluruhan, biaya perjalanan yang dihabiskan pasangan ini berkisar 4.000 euro (Rp 64 juta) per orang, hampir seluruhnya dihabiskan untuk tiket perjalanan dan visa. Lorenz telah menghitung bahwa perjalanan mereka memproduksi 370 metrik kilo CO2 setiap orangnya, sementara merujuk ke laman Atmosfair, dengan menggunakan penerbangan kelas ekonomi dari Zurich ke Sydney akan menghasilkan 5,2 metrik ton CO2.

Baca Juga: Polusi Jakarta buruk saat Pagi, Greenpeace minta pemerintah buka data




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×