kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pasar Kerja AS Tetap Solid, Klaim Pengangguran Turun Jadi 197.000


Jumat, 02 Oktober 2026 / 17:06 WIB
Pasar Kerja AS Tetap Solid, Klaim Pengangguran Turun Jadi 197.000
ILUSTRASI. USA-WEATHER/ (REUTERS/Shannon Stapleton)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Pasar kerja Amerika Serikat (AS) masih solid meski tekanan biaya energi dan gangguan rantai pasokan meningkat. Klaim tunjangan pengangguran bahkan mendekati level terendah dalam 57 tahun, sementara gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) justru mereda.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim awal tunjangan pengangguran turun 1.000 menjadi 197.000 pada pekan yang berakhir 26 September. Angka ini di bawah perkiraan ekonom sebesar 200.000 dan menjadi pekan ketiga berturut-turut klaim berada di bawah 200.000.

Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan masih mampu mempertahankan pekerja. Laporan Challenger, Gray & Christmas mencatat PHK yang diumumkan perusahaan turun 18% secara bulanan menjadi 43.281 pada September, sekaligus turun 20% secara tahunan.

Namun, perusahaan masih menahan laju perekrutan. Rencana penambahan tenaga kerja memang melonjak menjadi 90.787 posisi pada September dari 12.325 posisi sebulan sebelumnya, tetapi tetap turun 23% dibandingkan tahun lalu dan menjadi yang terendah untuk September sejak 2011.

Sikap hati-hati perusahaan juga tercermin dari tekanan biaya yang kembali meningkat. Indeks harga input dalam survei Institute for Supply Management naik menjadi 77,9 pada September dari 71,1 pada Agustus, didorong kenaikan biaya energi, bahan baku, tarif impor dan gangguan rantai pasokan.

Baca Juga: Inflasi Tokyo Melesat, Peluang Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka

Sejumlah pelaku industri juga menghadapi kenaikan biaya transportasi dan produksi akibat harga bahan bakar yang lebih tinggi. Di sektor logam, pesanan masih kuat, tetapi keterbatasan tenaga kerja dan pasokan baja membuat kapasitas produksi belum mampu sepenuhnya mengikuti permintaan.

“Semakin lama tekanan harga energi berlangsung, semakin besar risikonya merembet menjadi tekanan harga konsumen yang lebih luas,” ujar Thomas Ryan, ekonom senior Amerika Utara di Capital Economics dalam laporan Reuters (2/10).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Federal Reserve karena tekanan biaya dapat mempersulit upaya mengendalikan inflasi. Namun, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober hanya 37,1%, turun dari 68,6% sepekan sebelumnya.

Untuk laporan ketenagakerjaan September, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan lapangan kerja nonpertanian bertambah 90.000, melambat dari 162.000 pada Agustus. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1%, menunjukkan pasar kerja AS masih relatif stabil meski perusahaan cenderung menahan ekspansi tenaga kerja.

Baca Juga: Airbus Pacu Pengiriman Pesawat, Target Tahunan Kian Dekat




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×