kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.711   30,00   0,17%
  • IDX 6.483   -51,96   -0,80%
  • KOMPAS100 859   -7,22   -0,83%
  • LQ45 654   -5,01   -0,76%
  • ISSI 224   -1,41   -0,63%
  • IDX30 363   -3,17   -0,86%
  • IDXHIDIV20 453   -5,22   -1,14%
  • IDX80 98   -0,82   -0,82%
  • IDXV30 125   -1,21   -0,96%
  • IDXQ30 117   -0,92   -0,78%

Pasar Tenaga Kerja Inggris Tertekan, Lowongan Kerja di Level Terendah Sejak 2014


Selasa, 15 September 2026 / 14:03 WIB
Pasar Tenaga Kerja Inggris Tertekan, Lowongan Kerja di Level Terendah Sejak 2014
ILUSTRASI. Data ONS menunjukkan jumlah pekerja yang menerima pembayaran melalui sistem payroll Inggris turun 26.000 secara bulanan pada Agustus 2026 menjadi 30,2 juta orang (REUTERS/Yann Tessier)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pasar tenaga kerja Inggris kembali menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Jumlah pekerja yang masuk dalam sistem penggajian turun pada Agustus, sementara jumlah pencari tunjangan terkait pengangguran meningkat.

Pada saat yang sama, jumlah lowongan kerja turun ke level terendah di luar periode pandemi sejak 2014. Kondisi ini terlihat dalam data ketenagakerjaan Office for National Statistics (ONS) Inggris periode Agustus 2026, yang dipublikasikan Selasa (15/9/2026).

Data ONS menunjukkan jumlah pekerja yang menerima pembayaran melalui sistem payroll Inggris turun 26.000 atau 0,1% secara bulanan pada Agustus 2026 menjadi 30,2 juta orang. Secara tahunan, jumlah pekerja payroll turun 145.000 atau 0,5%.

Angka Agustus tersebut masih merupakan estimasi awal, sehingga berpotensi direvisi setelah ONS menerima lebih banyak data. Namun, tren pelemahan sudah terlihat dalam data sebelumnya. Jumlah pekerja payroll turun 101.000 atau 0,3% antara Juli 2025 dan Juli 2026, serta turun 19.000 atau 0,1% antara Juni dan Juli 2026.

Tekanan tersebut juga tercermin dari indikator pengangguran berbasis klaim. Claimant Count Inggris, yakni data yang menunjukkan jumlah orang yang membuat klaim pengangguran, meningkat secara bulanan maupun tahunan pada Agustus menjadi sekitar 1,692 juta orang. ONS menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat mengalami revisi setelah publikasi awal.

Baca Juga: Bank of England Hentikan Penjualan Gilts 20 dan 30 Tahun di Tengah Gejolak Pasar

Kenaikan claimant count terjadi setelah indikator tersebut sempat turun dalam dua bulan sebelumnya. Dalam publikasi sebelumnya, ONS mencatat Claimant Count mencapai 1,665 juta pada Juli 2026. Dengan demikian, kenaikan menuju 1,692 juta pada Agustus menunjukkan adanya peningkatan sekitar 27.000 orang secara bulanan. Jumlah ini di atas konsensus proyeksi analis, yang memprediksi klaim cuma naik sekitar 8.300.

Pelemahan pasar kerja semakin terlihat dari sisi permintaan tenaga kerja. Jumlah lowongan kerja di Inggris pada periode Juni-Agustus 2026 diperkirakan turun 8.000 atau 1,1% dibandingkan Maret-Mei 2026, menjadi 702.000.

Level tersebut merupakan yang terendah di luar periode pandemi sejak Agustus-Oktober 2014, ketika jumlah lowongan tercatat sebesar 701.000. ONS juga menyebut estimasi lowongan relatif datar sejak awal tahun dan hanya turun 16.000 dibandingkan periode Januari-Maret 2026.

Masih lemahnya perekrutan terutama terlihat pada perusahaan berukuran lebih kecil. Umpan balik dari survei lowongan ONS menunjukkan sebagian perusahaan kecil mungkin menahan perekrutan karena meningkatnya biaya tenaga kerja.

Di sisi lain, tingkat pengangguran Inggris relatif stabil dalam jangka pendek. Tingkat pengangguran untuk penduduk berusia 16 tahun ke atas diperkirakan sebesar 4,9% pada periode Mei-Juli 2026. Angka tersebut tidak banyak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih 0,2 poin persentase lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya.

Baca Juga: Bukan ChatGPT, Inilah AI yang Paling Memuaskan Menurut Survei Di AS

Tingkat pekerjaan penduduk usia 16-64 tahun juga relatif stabil secara kuartalan, yakni 75,1% pada Mei-Juli 2026. Namun, angka tersebut turun 0,1 poin persentase dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat ketidakaktifan ekonomi berada di 20,9%, turun 0,1 poin persentase baik secara tahunan maupun kuartalan.

Perkembangan upah memberikan sinyal tambahan mengenai perlambatan pasar tenaga kerja. Pertumbuhan upah reguler tahunan, tidak termasuk bonus, mencapai 3,5% pada Mei-Juli 2026. Namun, pertumbuhan total upah termasuk bonus melambat menjadi 3,9%, dari 4,2% pada periode tiga bulan sebelumnya. Pertumbuhan sebesar 3,9% tersebut merupakan yang terendah sejak September-November 2020, ketika pertumbuhannya mencapai 3,7%.

Perbedaan pertumbuhan upah antara sektor publik dan swasta juga masih lebar. Pertumbuhan rata-rata upah reguler tahunan mencapai 6,3% di sektor publik, sementara sektor swasta hanya 2,9%. ONS menyebut pertumbuhan upah sektor publik masih dipengaruhi variasi waktu pemberian kenaikan gaji pada tahun ini.

Data ONS juga menunjukkan jumlah pekerjaan secara keseluruhan mencapai 36,7 juta pada Juni 2026. Angka tersebut turun 48.000 atau 0,1% dibandingkan Maret 2026. Penurunan terutama berasal dari pekerjaan wiraswasta yang berkurang 43.000 atau 1,0%, sementara pekerjaan karyawan turun 10.000.

Namun, secara tahunan jumlah workforce jobs masih meningkat 60.000 atau 0,2%. Komponen pekerjaan karyawan naik 46.000 atau 0,1%, sedangkan pekerjaan wiraswasta turun 10.000 atau 0,2%.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×