kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.629   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.665   45,43   0,69%
  • KOMPAS100 873   6,81   0,79%
  • LQ45 661   4,93   0,75%
  • ISSI 233   1,52   0,66%
  • IDX30 369   1,94   0,53%
  • IDXHIDIV20 456   1,78   0,39%
  • IDX80 99   0,78   0,79%
  • IDXV30 127   0,80   0,63%
  • IDXQ30 118   0,49   0,42%

Pasokan Minyak Dunia Terganggu, Kok Brent Belum Juga Tembus US$100?


Selasa, 08 September 2026 / 09:58 WIB
Pasokan Minyak Dunia Terganggu, Kok Brent Belum Juga Tembus US$100?
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Orhan Qereman)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Pelemahan permintaan menahan kenaikan harga

Faktor lain yang membuat harga minyak belum menembus US$100 adalah pelemahan permintaan.

Rystad Energy memperkirakan penurunan konsumsi atau demand destruction di sektor petrokimia dan bahan bakar transportasi masih signifikan pada kuartal III 2026, sekitar 3,5 juta bpd.

Angka tersebut memang membaik dibandingkan 4,5 juta bpd pada kuartal II, tetapi masih cukup besar untuk meredam tekanan harga.

China menjadi faktor utama. Negara importir minyak terbesar dunia tersebut menyumbang lebih dari separuh penurunan permintaan.

Pengiriman minyak mentah melalui laut ke China turun menjadi sekitar 7 juta bpd pada Juli dan Agustus, dari lebih dari 11 juta bpd pada Februari.

China juga memiliki cadangan minyak dalam jumlah besar. Kpler memperkirakan persediaan minyak China mencapai sekitar 1,17 miliar barel sehingga memberikan bantalan bagi pasar ketika pasokan global terganggu.

Baca Juga: Iran Ancam Buat Zona Eksklusi di Teluk, Ketegangan dengan AS Kembali Memanas

Pasar fisik justru menunjukkan kondisi lebih ketat

Meski harga Brent di pasar berjangka masih di bawah US$100, kondisi pasar fisik menunjukkan situasi yang jauh lebih ketat.

Premi minyak spot kembali meningkat ke level April. Minyak Dubai dan Oman untuk pengiriman November diperdagangkan dengan premi sekitar US$19-US$20 per barel terhadap kuotasi Dubai.

Kontrak berjangka Oman bahkan berada di US$104,54 per barel pada Senin, sementara Dubai secara tunai diperdagangkan sekitar US$105,10 per barel.

Chief Economist Argus David Fyfe mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar fisik sebenarnya sudah mengalami kekurangan pasokan yang signifikan.

"Pada saat ini, pasar menunjukkan bahwa kondisi fisik sangat ketat," ujar Fyfe.

Menurut dia, harga minyak secara fisik sudah berada jauh di atas US$100 per barel. Tekanan bahkan semakin terlihat pada pasar diesel yang mengalami kekurangan pasokan.

Eskalasi konflik AS-Iran diperkirakan semakin membatasi ekspor minyak dari kawasan Teluk. Di saat yang sama, permintaan bahan bakar diesel meningkat karena kilang mulai meningkatkan produksi.

Harga diesel di AS bahkan telah mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Bursa Australia Tertekan Selasa (8/9), ASX 200 Turun di Bawah 9.000

Bank mulai menaikkan proyeksi harga minyak

Sejumlah bank investasi mulai menaikkan proyeksi harga minyak karena gangguan pengiriman dari Timur Tengah diperkirakan berlangsung lebih lama.

Morgan Stanley memperkirakan harga Brent rata-rata mencapai US$100 per barel pada kuartal IV 2026.

Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$5 per barel untuk Desember 2026 dan 2027.

Goldman Sachs kini memperkirakan Brent berada di US$85 per barel dan WTI US$80 per barel pada Desember 2026.

Untuk 2027, Goldman Sachs memperkirakan harga Brent berada di US$80 per barel dan WTI US$75 per barel.

Kenaikan proyeksi tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan pengiriman minyak dari Timur Tengah dapat berlangsung hingga tahun depan.

Dengan demikian, meski Brent belum menembus US$100 per barel, pasar fisik sebenarnya sudah menunjukkan tekanan yang jauh lebih besar.

Kombinasi gangguan Selat Hormuz, keterbatasan jalur alternatif, kenaikan permintaan diesel dan risiko berlanjutnya konflik AS-Iran menjadi faktor yang berpotensi kembali mendorong harga minyak ke atas level US$100.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×