kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.639   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.673   52,99   0,80%
  • KOMPAS100 874   7,99   0,92%
  • LQ45 663   6,20   0,94%
  • ISSI 233   1,76   0,76%
  • IDX30 370   3,28   0,89%
  • IDXHIDIV20 457   2,63   0,58%
  • IDX80 100   0,91   0,92%
  • IDXV30 127   0,56   0,44%
  • IDXQ30 118   0,76   0,64%

Kondisi Bisnis Australia Memburuk, Tertekan Biaya dan Risiko Kenaikan Suku Bunga


Selasa, 08 September 2026 / 08:52 WIB
Kondisi Bisnis Australia Memburuk, Tertekan Biaya dan Risiko Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Ekonomi Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kondisi bisnis Australia memburuk pada Agustus 2026, dengan indeks kondisi bisnis turun ke level terendah dalam enam tahun. Tekanan biaya yang menggerus margin keuntungan serta kekhawatiran kenaikan suku bunga kembali membebani dunia usaha.

Melansir Reuters Selasa (8/9/2026), Survei National Australia Bank (NAB) menunjukkan indeks kondisi bisnis turun lima poin menjadi -1 pada Agustus, sekaligus masuk ke zona negatif untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Selasa (8/9), Brent ke US$97,34 & WTI ke US$92,63

Indeks kepercayaan bisnis juga turun satu poin menjadi -8, jauh di bawah rata-rata jangka panjang sebesar +5.

Pelemahan terjadi di berbagai sektor. Indeks profitabilitas anjlok 10 poin, sedangkan indeks penjualan turun lima poin dan keduanya mencapai level terendah sejak pandemi.

"Penurunan indeks profitabilitas perlu diperhatikan, mengingat hubungannya yang kuat sebagai indikator awal kondisi pasar tenaga kerja secara lebih luas," kata NAB.

NAB menilai hasil survei menunjukkan pertumbuhan ekonomi mulai melambat di tengah tekanan biaya dan harga yang masih bertahan tinggi.

Tekanan biaya juga belum mereda. Harga bahan bakar meningkat pada Agustus seiring kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.

NAB mencatat, kesenjangan antara pertumbuhan biaya pembelian dan harga produk berada di level yang secara historis tinggi. Kondisi tersebut mengindikasikan perusahaan semakin kesulitan mempertahankan margin keuntungan.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke US$4.418 Selasa (8/9), Pasar Menanti Data Inflasi AS

Di sisi lain, inflasi Australia yang masih tinggi memunculkan spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) perlu kembali menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini.

Pasar bahkan memperkirakan kenaikan suku bunga dapat terjadi secepatnya pada September, yang berpotensi semakin menekan aktivitas bisnis dan konsumsi di Australia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×