kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.639   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.673   53,78   0,81%
  • KOMPAS100 874   8,34   0,96%
  • LQ45 663   6,64   1,01%
  • ISSI 233   1,67   0,72%
  • IDX30 370   3,27   0,89%
  • IDXHIDIV20 457   2,72   0,60%
  • IDX80 100   0,94   0,95%
  • IDXV30 127   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   0,76   0,65%

Bursa Australia Tertekan Selasa (8/9), ASX 200 Turun di Bawah 9.000


Selasa, 08 September 2026 / 08:58 WIB
Bursa Australia Tertekan Selasa (8/9), ASX 200 Turun di Bawah 9.000
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026), dengan indeks acuan S&P/ASX 200 kembali turun di bawah level psikologis 9.000.

Tekanan terutama datang dari sektor keuangan dan kesehatan di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.

Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 8.979,70 pada pukul 00.12 GMT. Sehari sebelumnya, indeks tersebut juga melemah 0,1%.

Baca Juga: Kondisi Bisnis Australia Memburuk, Tertekan Biaya dan Risiko Kenaikan Suku Bunga

Sektor keuangan menjadi salah satu penekan utama indeks, dengan penurunan 0,7% ke level terendah sejak 3 September. Saham Commonwealth Bank of Australia (CBA) turun 1%.

Saham CBA telah terkoreksi sekitar 8% sejak bank terbesar Australia tersebut memperingatkan perlambatan pertumbuhan volume kredit hipotek dalam laporan kinerja tahunan pada bulan lalu.

Tekanan terhadap sektor properti juga meningkat. HSBC memperkirakan harga rumah Australia akan turun 13% secara nasional hingga pertengahan 2027, seiring perubahan pajak properti pemerintah dan kenaikan suku bunga yang berpotensi menekan permintaan pembeli rumah.

Sentimen pasar turut terbebani kenaikan harga minyak mentah. Ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan berpotensi memperkuat tekanan inflasi.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Selasa (8/9), Brent ke US$97,34 & WTI ke US$92,63

Kondisi tersebut membuat bank sentral global berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Di Australia, pasar swap kini memperkirakan probabilitas 68,8% RBA menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini.

Jika terealisasi, kenaikan tersebut akan menjadi kenaikan suku bunga keempat RBA sepanjang tahun ini.

Sektor yang sensitif terhadap suku bunga ikut tertekan. Saham real estat turun 0,5%, sementara sektor consumer discretionary melemah 0,3%.

Sektor kesehatan juga turun 0,6%, mencapai level terendah sejak 2 September. Pelemahan terutama dipicu saham perusahaan bioteknologi CSL yang turun hampir 1%.

CSL memiliki eksposur besar terhadap pasar Amerika Serikat sehingga pergerakan dolar Australia turut menjadi perhatian.

Dolar Australia telah menguat terhadap dolar AS selama empat sesi berturut-turut dan berada di sekitar level tertinggi dalam hampir empat bulan.

Baca Juga: Yen Jepang Tembus Level Tertinggi 7 Bulan Selasa (8/9), Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Di tengah pelemahan pasar, sektor energi menjadi salah satu dari sedikit sektor yang menguat, naik tipis 0,1%.

Saham Santos bahkan sempat naik 0,8% setelah perusahaan membeli tambahan 3,3% kepemilikan di proyek Papua New Guinea LNG senilai US$189 juta.

Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 relatif datar di level 13.929,94.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×