kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

PBB Selidiki Serangan Mematikan di Sekolah Iran, 168 Anak Tewas


Selasa, 17 Maret 2026 / 17:07 WIB
PBB Selidiki Serangan Mematikan di Sekolah Iran, 168 Anak Tewas
ILUSTRASI. Penyelidikan PBB atas serangan sekolah di Iran yang menewaskan 168 anak kini memasuki babak baru. Laporan kredibel mengarah pada keterlibatan AS. (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - GENEVA. Sebuah tim penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai menyelidiki serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran yang terjadi pada hari pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota tim penyelidik kepada wartawan pada Selasa.

Serangan yang menargetkan Sekolah Shajareh Tayyebeh tersebut dilaporkan terdiri dari dua serangan rudal yang terjadi dalam waktu berdekatan. Menurut pejabat Iran di Jenewa, insiden tersebut menewaskan 168 anak-anak, sebagian besar adalah perempuan.

Sebelumnya, laporan Reuters pada 5 Maret menyebutkan bahwa penyelidik militer Amerika Serikat meyakini kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun demikian, hingga kini belum ada kesimpulan akhir karena investigasi masih berlangsung. Pihak Pentagon juga dilaporkan telah meningkatkan status penyelidikan terkait insiden ini.

Baca Juga: Israel Klaim Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas dalam Serangan

Max du Plessis, anggota Misi Pencari Fakta PBB untuk Iran, menyatakan bahwa proses investigasi masih berada pada tahap awal. Ia menambahkan bahwa terdapat laporan kredibel yang mendukung angka korban jiwa yang disampaikan oleh pihak Iran.

“Kami masih berada pada tahap awal investigasi tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa. 

"Jelas bagi kami bahwa apa pun hasilnya nanti, mengingat banyaknya korban jiwa yang tidak bersalah, sangat penting untuk dilakukan penyelidikan menyeluruh dan menghasilkan kesimpulan yang independen,” tambahnya.

Jika nantinya terbukti bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan ini, maka insiden tersebut berpotensi menjadi salah satu kasus dengan korban sipil terbesar dalam beberapa dekade terakhir yang melibatkan operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Penyelidikan ini menjadi sorotan internasional, mengingat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan serta pentingnya akuntabilitas dalam konflik bersenjata.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×