Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai timnya tersingkir secara dramatis dari ajang Piala Dunia 2026.
Hassan bahkan mengaku tidak akan lagi mengikuti sisa pertandingan turnamen tersebut karena merasa timnya diperlakukan tidak adil.
Mesir harus mengubur mimpi melaju ke perempat final setelah kalah 2-3 dari juara bertahan Argentina pada babak 16 besar, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Update Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Unggul, Kane dan Haaland Belum Menyerah
Sempat unggul dua gol hingga menit ke-79, Mesir justru kebobolan tiga gol pada penghujung laga dan tersingkir secara menyakitkan.
Hassan menilai, hasil pertandingan tersebut tidak lepas dari sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
"Saya akan pulang dan tidak akan menonton pertandingan Piala Dunia lagi. Apa yang terjadi kepada kami tidak adil. Kami seharusnya mendapat penalti, kami juga mencetak gol yang dianulir, dan saya tidak tahu mengapa gol itu dibatalkan," kata Hassan dalam konferensi pers usai pertandingan.
Gol Mostafa Zico pada menit ke-62 dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran pemain Mesir dalam proses terciptanya gol.
Selain itu, Mesir juga menuntut hadiah penalti setelah Hamdy Fathy dijatuhkan di kotak terlarang pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah terhadap Dolar AS Rabu (8/7), Won Jadi Pengecualian
Namun, wasit tidak mengabulkan protes tersebut. Tak lama berselang, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa injury time.
"Kalaupun gol-gol yang kami kebobolan berasal dari kesalahan sendiri, kesalahan terbesar adalah ketika kami tidak mendapatkan hak kami dari pihak yang mengambil keputusan," ujar Hassan.
Meski kecewa, pelatih berusia 59 tahun itu meminta para pendukung Mesir tidak terlalu larut dalam kekecewaan.
"Saya adalah orang yang sangat tidak suka kalah. Apalagi ketika kekalahan itu terasa tidak adil seperti hari ini. Saya hanya bisa meminta para suporter untuk tidak bersedih. Kami benar-benar ingin memberikan kebahagiaan lebih kepada mereka," katanya.
Di balik hasil tersebut, Hassan tetap memuji penampilan para pemainnya yang dinilai mampu menjalankan strategi dengan baik.
"Saya senang karena para pemain menjalankan rencana permainan dalam banyak momen dan bekerja sangat baik sepanjang pertandingan," ujarnya.
Baca Juga: Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Sinyalkan Pengetatan Berlanjut
Berbeda dengan pendekatan defensif yang biasa diterapkannya, Mesir tampil lebih menyerang sejak awal laga. Strategi itu sempat membuahkan hasil dengan membawa mereka unggul dua gol atas Argentina.
Namun, penampilan gemilang penjaga gawang Mostafa Shoubir juga menjadi faktor penting yang menjaga keunggulan Mesir hingga turun minum sebelum akhirnya Argentina bangkit lewat aksi Lionel Messi dan rekan-rekannya.
Hassan juga menyoroti komposisi skuad Mesir yang sebagian besar berasal dari kompetisi domestik.
"Saya sangat puas dengan kerja keras mereka. Sebagian besar pemain kami bermain di liga domestik Mesir, sementara banyak pemain tim lain berkarier di Eropa dan hidup dalam lingkungan sepak bola profesional. Namun, dengan mayoritas pemain lokal—selain Mohamed Salah dan Omar Marmoush—kami tetap mampu bersaing dengan siapa pun," pungkasnya.














