kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Pembatasan dilonggarkan, anak-anak di Singapura kembali ke sekolah


Selasa, 02 Juni 2020 / 13:19 WIB
Pembatasan dilonggarkan, anak-anak di Singapura kembali ke sekolah
ILUSTRASI. Ilustrasi corona SIngapura

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Anak-anak di Singapura kembali ke sekolah pada Selasa (2/6) setelah pembatasan akibat virus corona dilonggarkan.

Mengutip Reuters, Selasa (2/6), anak-anak sekolah dengan menggunakan masker, dilengkapi dengan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu. Di Singapura, jam sibuk di pagi hari kembali dimulai sementara staf di sekolah meminta para siswa untuk menjaga jarak yang aman saat mereka berbaris untuk kembali ke kelas.

Dengan salah satu jumlah kasus virus corona yang tertinggi di Asia, Singapura mengatakan akan melonggarkan pembatasan secara bertahap, dimana pendaftaran perkawinan dan beberapa bisnis termasuk salon hewan peliharaan juga dibuka kembali hari ini.

Baca Juga: Singapura melaporkan 611 kasus tambahan virus corona pada Jumat (29/5)

"Anda harus memulai kembali kehidupan normal Anda pada suatu saat," kata Harsha Yavagal yang mengantar anak-anaknya yang berusia lima tahun dan 12 tahun kembali ke sekolah.

"Sekolah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi virus," katanya.

Studi di beberapa negara Eropa telah menunjukkan pembukaan kembali sekolah tidak menyebabkan peningkatan infeksi virus corona, sementara studi lain menunjukkan lebih sedikit kasus penyakit di kalangan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Tapi Singapura tidak mau mengambil risiko.

Di satu sekolah menengah, Reuters mengamati ketepatan rutinitas pagi new normal.

Setelah bel, siswa menyanyikan lagu kebangsaan melalui masker wajah yang wajib dikenakan. Guru kemudian meminta semua orang di kelas untuk meletakkan termometer di mulut mereka dan mencatat suhu.

Para siswa kemudian membersihkan termometer mereka dengan lap alkohol dan, satu per satu, membuang tisu ke tempat sampah.

Pada saat jam istirahat, anak-anak harus duduk terpisah di kantin.

Baca Juga: Ada tambahan 518 kasus baru, total infeksi corona di Singapura menjadi 34.884

Singapura mencatat lebih dari 35.000 kasus virus corona dan 24 kematian. Sebagian besar kasus terjadi di antara pekerja migran yang tinggal di asrama.


Tag

TERBARU

[X]
×