kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pembatasan visa, tindak lanjut AS soal penyiksaan kaum Muslim bikin China murka


Rabu, 09 Oktober 2019 / 07:51 WIB

Pembatasan visa, tindak lanjut AS soal penyiksaan kaum Muslim bikin China murka
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump

Seorang diplomat China mengatakan kepada Reuters bahwa China menginginkan kesepakatan, tetapi itu tidak bisa menjadi "permainan zero-sum."

Diplomat itu juga menambahkan, sangat penting bagi Amerika Serikat untuk menerima perbedaan antara sistem ekonomi kedua negara, khususnya model pembangunan yang dipimpin oleh negara China. China perlu melindungi kedaulatan dan haknya untuk mengembangkan ekonominya, tambah diplomat itu, yang tidak terlibat langsung dalam pembicaraan perdagangan.

Baca Juga: China tidak berniat intervensi urusan AS terkait saran Trump untuk menyelidiki Biden

Kepada Reuters, diplomat tersebut juga mengatakan, China termotivasi untuk meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual karena ini adalah untuk kepentingannya. Akan tetapi, tuduhan AS tentang pencurian IP oleh China tidak adil dan berdasar.

Prospek untuk terobosan dalam pembicaraan perdagangan yang hidup-mati terus menerus, semakin merosot setelah pengumuman daftar hitam Departemen Perdagangan yang dirilis pada hari Senin. Hikvision, yang mengklaim dirinya sebagai produsen peralatan pengawasan video terbesar di dunia, menjadi salah satu perusahaan yang masuk daftar hitam.

Daftar tersebut menghalangi perusahaan China untuk membeli komponen dari perusahaan Amerika tanpa persetujuan pemerintah AS. Kebijakan ini berpotensi melumpuhkan aktivitas perusahaan terkait. Hal ini sepertinya mengikuti cetak biru yang sama yang digunakan oleh Washington dalam upayanya membatasi pengaruh Huawei Technologies Co Ltd dengan alasan keamanan nasional.

Baca Juga: Sinyal dovish The Fed mendongkrak IHSG pada hari ini

Tidak hanya itu, melansir Bloomberg, Washington juga membidik  diskusi seputar kemungkinan pembatasan aliran modal ke China, dengan fokus pada investasi yang dilakukan oleh dana pensiun pemerintah AS. 

Saling serang dengan kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Cina telah mengguncang pasar keuangan dan memperlambat investasi modal dan arus perdagangan.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengeluarkan peringatan keras tentang keadaan ekonomi global, mengatakan perlambatan ekonomi dapat memburuk tanpa tindakan untuk menyelesaikan konflik perdagangan dan mendukung pertumbuhan.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan


×