kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah India naikkan harga beli beras dari petani


Selasa, 10 Juli 2018 / 21:47 WIB

Pemerintah India naikkan harga beli beras dari petani


KONTAN.CO.ID. MUMBAI - Ekspor beras dari India diperkirakan bakal berkurang pada Oktober depan seiring janji pemerintah untuk menaikkan harga beli beras petani. Hal ini berpotensi membuat kargo pengiriman beras pada periode depan menjadi lebih mahal.

Mengutip pemberitaan Reuters, pada Rabu (4/7) lalu, pemerintah India menaikkan tarif beli 13% lebih mahal dari tahun lalu di 1,750 rupee atau setara $25.50 per 100 kilogram. Keputusan yang diambil oleh Perdana Menteri India Narendra Modi ini dinilai sebagai langkah populis menggaet perhatian masyarakat pedesaan demi pemilihan umum pemimpin India di tahun depan.

Adapun pemerintah India melakukan pembelian lebih dari sepertiga produksi beras petani dengan satu harga, artinya kenaikan tarif beli ini memiliki potensi berdampak langsung pada trader beras.

"Dengan kenaikan harga ini, ekspor kami akan menjadi lebih mahal," kata B V Krishna Rao, Presiden Rice Exporters Association (REA), sesuai pemberitaan Reuters, Selasa (10/7).

Atas perubahan tersebut, Krishna memperkirakan pasar mereka akan beralih pada beras dari Thailand dan Vietnam. Asal tahu, India selama ini memegang pangsa pasar beras yang besar untuk area Asia dan Afrika.

Kini eksportir menawarkan beras India RI-INBKN5-P1 di harga US$ 388 - US$ 392 per ton, hampir sama dengan harga eksportir dari Thailand. Namun dengan kenaikan harga beli pemerintah, eksportir India diperkirakan bakal menghargai beras tersebut di kisaran US$ 430 untuk beras panen musim baru sejak Oktober.

Ekspor beras India selama tahun berjalan 2017-2018 hingga 31 Maret melonjak 18% ke 12,7 juta ton berkat permintaan dari Bangladesh dan Sri Lanka.

Asal tahu, India menjadi salah satu negara importir beras untuk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan lebaran, pemerintah melakukan impor beras sebesar 500.000 ton dengan India, Pakistan, Vietnam dan Thailand sebagai jajaran negara asalnya.

 


Reporter: Tane Hadiyantono

Video Pilihan


Close [X]
×