Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Trump merencanakan persetujuan darurat untuk perawatan terapi virus corona dan sedang mempertimbangkan pelacakan cepat vaksin yang dikembangkan di Inggris.
Mengutip Reuters, Senin (24/8), Trump akan mengumumkan otorisasi darurat plasma pemulihan untuk terapi Covid-19. Terapi yang telah diberikan kepada lebih dari 70.000 pasien, menurut laporan Washington Post, mengutip pejabat yang mengetahui keputusan tersebut.
Menurut surat kabar itu, pemerintah AS akan menggelar konferensi pers pada pukul 5.30 sore waktu setempat.
Baca Juga: Donald Trump ingin pisahkan ekonomi AS dari China
Seorang juru bicara Gedung Putih menolak untuk mengomentari cerita Post.
Tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany mentweet pada Minggu pagi bahwa konferensi pers Trump akan mencakup "terobosan terapeutik besar pada Virus China".
Trump juga men-tweet: "Konferensi Berita Gedung Putih yang Penting pada pukul 5:30 (tepat) hari ini. Kabar yang sangat bagus!"
Gedung Putih juga menolak mengomentari laporan terpisah di Financial Times bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan pelacakan cepat vaksin Covid-19 eksperimental yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford untuk digunakan di Amerika Serikat menjelang pemilihan 3 November.
Salah satu opsi yang sedang dieksplorasi akan melibatkan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) yang memberikan "otorisasi penggunaan darurat" pada bulan Oktober untuk vaksin potensial, yang dikembangkan oleh Oxford dan dilisensikan kepada AstraZeneca.
Trump ingin meningkatkan jumlah jajak pendapatnya yang tertinggal selama konvensi Partai Republik minggu ini, dan kemajuan dalam perawatan atau vaksin yang efektif untuk mengendalikan virus akan membantu peluang pemilihannya kembali.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada hari Minggu mengatakan jumlah kematian akibat virus corona baru telah meningkat 1.006 menjadi 175.651. Dilaporkan 5.643.812 kasus, meningkat 45.265 kasus dari jumlah sebelumnya.
AstraZeneca membantah telah membahas otorisasi penggunaan vaksin potensial untuk kepentingan darurat dengan pemerintah AS.
Baca Juga: TikTok lawan Trump, ByteDance bakal gugat perintah larangan beroperasi di AS
"AstraZeneca belum membahas otorisasi penggunaan darurat dengan pemerintah AS dan terlalu dini untuk berspekulasi tentang kemungkinan itu," kata juru bicara AstraZeneca dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa uji coba Tahap 2 dan Tahap 3 tahap akhir untuk kandidat vaksinnya masih berlangsung di Inggris dan pasar lain secara global dan tidak mengantisipasi hasil kemanjuran sampai akhir tahun ini.
Belum ada vaksin yang disetujui untuk Covid-19, tetapi vaksin suntikan AstraZeneca, yang disebut AZD1222, secara luas dipandang sebagai salah satu kandidat utama.













