kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemimpin Bisnis Dunia Khawatir Risiko Resesi, Kekurangan Tenaga Kerja dan Inflasi


Sabtu, 07 Desember 2024 / 09:38 WIB
ILUSTRASI. Hasil survei World Economic Forum menyebut, para pemimpin bisnis di seluruh dunia khawatir tentang risiko resesi, kekurangan tenaga kerja, dan inflasi yang meningkat,


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Para pemimpin bisnis di seluruh dunia khawatir tentang risiko resesi, kekurangan tenaga kerja, dan inflasi yang meningkat, meskipun ada beberapa tanda perbaikan dalam kondisi ekonomi global. Demikian survei Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) yang dipublikasikan, Kamis (5/12), seperti dikutip Reuters.

Peristiwa cuaca ekstrem menjadi perhatian yang meningkat, menyusul tahun dengan suhu yang memecahkan rekor, banjir parah, dan kebakaran hutan, termasuk di negara-negara ekonomi utama seperti Brasil, Jerman, Indonesia, dan Amerika Serikat, menjadi perhatian survei yang dilakukan terhadap lebih dari 11.000 pemimpin bisnis dari negara-negara G20.

"Survei Opini Eksekutif WEF menunjukkan tingkat kecemasan yang signifikan di antara para pemimpin bisnis di negara-negara G20," kata Carolina Klint, kepala komersial, Eropa di Marsh McLennan, mitra WEF, bersama dengan Zurich Insurance.

Baca Juga: Kekayaan Miliarder Dunia Melonjak 17% Menjadi US$ 14 Triliun Tahun Ini

Kemerosotan ekonomi dipandang sebagai risiko teratas bagi para pemimpin bisnis selama dua tahun ke depan, diikuti oleh kekurangan tenaga kerja dan/atau bakat, lalu inflasi. Kemiskinan dan kesenjangan berada di peringkat keempat, dan peristiwa cuaca ekstrem berada di peringkat kelima, survei menunjukkan.

Dalam survei di masing-masing negara, kekhawatiran mengenai risiko buruk dari teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menjadi isu utama dan menjadi risiko teratas dalam berbisnis di Indonesia, nomor tiga di Amerika Serikat, dan nomor empat di Inggris, survei tersebut menunjukkan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×