kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemimpin Tertinggi Iran: Seluruh warga Amerika akan diusir dari Irak dan Suriah


Senin, 18 Mei 2020 / 06:12 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Official Khamenei website/Handout via REUTERS.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada hari Minggu (17/5/2020), seluruh warga Amerika akan diusir dari Irak dan Suriah. Peringatan ini  memperbarui permintaan Iran terhadap Amerika agar menarik seluruh pasukannya dari Timur Tengah.

Melansir Reuters, Iran hampir mengalami konflik besar dengan Amerika Serikat ketika serangan pesawat tak berawak AS menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani di Baghdad pada 3 Januari. Peristiwa itu mendorong Teheran untuk membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Irak beberapa hari kemudian.

Baca Juga: Iran: Akan ada dampak jika AS bertindak seperti perompak terhadap kapal minyak Iran

Menurut transkrip pidato kepada siswa sekolah yang dipublikasikan di situs webnya, Khamenei mengatakan, tindakan Amerika di Afghanistan, Irak dan Suriah telah menyebabkan mereka dibenci.

"Amerika tidak akan tinggal di Irak dan Suriah dan akan diusir," kata Khamenei seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: AS ancam kembalikan semua sanksi bila PBB tidak perpanjang embargo senjata ke Iran

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menembaki setiap kapal Iran yang melecehkan AS di laut, tetapi mengatakan kemudian ia tidak mengubah aturan keterlibatan militer.

Setelah pernyataan Trump, kepala Pengawal Revolusi elit Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, mengatakan bahwa Republik Islam akan menghancurkan kapal perang AS jika keamanannya terancam di kawasan Teluk.




TERBARU

[X]
×