Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, khususnya negara-negara di kawasan Teluk, untuk bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai "musuh nyata".
Khamenei menilai, perpecahan di antara negara-negara Muslim justru akan menguntungkan pihak yang menjadi lawan mereka.
Baca Juga: Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 750 Orang, 3.044 Masih Hilang
Seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui pesan tertulis yang dipublikasikan di akun Telegram miliknya dalam rangka Pekan Persatuan Islam (Islamic Unity Week), yang bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad.
Dalam pesannya, Khamenei menyerukan persatuan, kerja sama di berbagai bidang, serta saling membantu dalam pertahanan.
Dia mengatakan pihak yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, baik secara sengaja maupun tidak, pada akhirnya membantu musuh-musuh Islam.
Khamenei juga menyinggung kondisi Palestina dengan mempertanyakan apakah masyarakat Palestina akan berada dalam kondisi yang begitu tidak berdaya apabila negara-negara Muslim bersatu.
"Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kepada para pemimpin negara-negara Islam, khususnya negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah kenali musuh nyata Anda, pahami rencananya dan hadapi," kata Khamenei.
Baca Juga: Pejabat Bank Sentral Eropa Khawatirkan Hubungan dengan Amerika Serikat Makin Jauh
Hubungan Iran dan Negara Teluk
Khamenei secara khusus meminta para pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk mempertanyakan apakah pihak yang disebutnya sebagai "perusuh tanpa identitas" akan berani mengincar wilayah dan aset mereka apabila masyarakat serta pemerintahan negara-negara Teluk bersatu di bawah panji Islam.
Hubungan Iran dengan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk telah lama diwarnai ketegangan.
Sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, sejumlah kerajaan Arab di Teluk memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika anti-monarki serta pengaruh Teheran di kawasan, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.
Ketegangan tersebut kembali meningkat dalam konflik yang sedang berlangsung. Iran telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat serta sejumlah infrastruktur lainnya di negara-negara Teluk.
Kondisi tersebut memperlihatkan masih tingginya ketegangan antara Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk.
Baca Juga: Longsor Himalaya, China Sebut 261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang
Khamenei Jarang Muncul di Publik
Seruan persatuan tersebut juga muncul setelah Khamenei pada Jumat (28/8) menyampaikan pesan kepada masyarakat Iran mengenai pentingnya menjaga kohesi sosial.
Dia mengatakan telah melarang tindakan yang dapat merusak persatuan sosial dan meminta otoritas menghindari pernyataan yang dapat melemahkan semangat nasional dan publik.
Khamenei sendiri belum terlihat di hadapan publik sejak terluka dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel sekitar enam bulan lalu yang memicu perang Iran.
Serangan tersebut juga menewaskan ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Seruan terbaru Khamenei menunjukkan upaya Teheran untuk memperkuat persatuan internal sekaligus mendorong solidaritas yang lebih besar di antara negara-negara Muslim, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Baca Juga: Mayoritas Masyarakat Islandia Menolak Negosiasi Bergabung dengan Uni Eropa














