kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Pendapatan Maruti Suzuki Melejit, Pangkas Pajak Dorong Kinerja


Rabu, 28 Januari 2026 / 20:11 WIB
Pendapatan Maruti Suzuki Melejit, Pangkas Pajak Dorong Kinerja
ILUSTRASI. MARUTI SUZUKI (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Maruti Suzuki, produsen mobil terbesar di India, mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuartalan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Kinerja positif ini didorong oleh pemotongan pajak konsumsi oleh pemerintah India serta lonjakan permintaan akhir tahun di pasar otomotif terbesar ketiga dunia.

Maruti menjadi pabrikan otomotif India pertama yang merilis laporan keuangan kuartalan, di tengah rekor penjualan industri pada kuartal Desember. Lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah memangkas pajak secara signifikan, sehingga harga sebagian besar model kendaraan menjadi lebih terjangkau.

Setelah melewati periode penjualan yang relatif lesu sepanjang tahun, industri otomotif India kini berpotensi menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya persaingan dari impor mobil Eropa. Hal ini menyusul kesepakatan dagang India-Uni Eropa yang akan memangkas tarif impor mobil buatan Eropa menjadi 10% dari sebelumnya yang bisa mencapai 110%.

Baca Juga: Trump Ancam Iran: Deal Nuklir atau Serangan Berikutnya Lebih Parah

Namun demikian, Maruti Suzuki yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Suzuki Motor Jepang dan dikenal sebagai produsen utama mobil kecil diperkirakan relatif tidak terdampak oleh kesepakatan tersebut. Pasalnya, pemangkasan tarif hanya berlaku untuk kendaraan dengan harga di atas € 15.000 atau sekitar US$ 17.949.

Penjualan domestik Maruti melonjak 22% pada kuartal yang berakhir 31 Desember, dipimpin oleh kenaikan 26% pada pengiriman mobil kecil. Hal ini mendorong pendapatan perusahaan naik 29% secara tahunan menjadi 498,92 miliar rupee sekitar US$ 5,44 miliar, melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar 495,93 miliar rupee menurut data LSEG.

Secara keseluruhan, penjualan Maruti termasuk ekspor dan penjualan ke Toyota dalam kerangka kemitraan global tumbuh hampir 18%.

Sementara itu, laba kuartalan naik sekitar 4% menjadi 37,94 miliar rupee, namun masih berada di bawah estimasi analis sebesar 42,61 miliar rupee. Kinerja laba tertekan oleh biaya satu kali terkait penerapan undang-undang ketenagakerjaan baru di India, kenaikan harga komoditas, pergerakan nilai tukar yang tidak menguntungkan, serta gangguan pasokan mineral tanah jarang.

“Dalam hal tanah jarang, alih-alih hanya mengimpor magnet, kami terpaksa mengimpor sub-rakitan yang sudah berisi magnet tersebut,” ujar Direktur Eksekutif Urusan Korporasi Maruti Suzuki, Rahul Bharti, dalam paparan pasca-pengumuman kinerja.

Saham Maruti Suzuki ditutup melemah 2,4% di bursa Mumbai, seiring dengan indeks acuan Nifty 50 yang turun sekitar 0,7%.

Selanjutnya: 5 Cara Lepas Krim Dokter Tanpa Menyebabkan Breakout, Enggak Perlu Takut Lagi!

Menarik Dibaca: 5 Cara Lepas Krim Dokter Tanpa Menyebabkan Breakout, Enggak Perlu Takut Lagi!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×