kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Peneliti menemukan bahwa virus corona bisa bertahan di masker selama seminggu


Senin, 06 April 2020 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. Turis memakai masker di Barcelona. Peneliti menemukan bahwa virus corona bisa bertahan di masker selama seminggu. REUTERS/Nacho Doce TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

"Karena Anda dapat mencemari tangan Anda dan jika Anda menyentuh mata Anda, Anda bisa memindahkan virus itu ke mata Anda," lanjutnya.

Namun yang pasti, penelitian ini juga mengungkap bahwa pada semua permukaan, konsentrasi virus akan berkurang dengan cukup cepat dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Perusahaan di Asia berlomba berburu dana untuk refinancing

Para peneliti juga mengatakan bahwa hasil itu tidak mencerminkan potensi untuk mengambil virus dari kontak biasa, karena keberadaan virus dalam penelitian ini terdeteksi oleh alat-alat laboratorium, bukan jari dan tangan seperti yang akan terjadi dalam sehari-hari. 

Sementara dari sebuah studi oleh para peneliti Amerika Serikat tentang stabilitas lingkungan dari coronavirus yang diterbitkan bulan lalu dalam jurnal ilmiah Nature juga menyimpulkan bahwa itu bisa tetap menular pada beberapa permukaan selama berhari-hari.

Mereka menemukan virus itu ada di plastik dan baja hingga 72 jam, tetapi tidak bertahan lebih dari empat jam pada tembaga atau 24 jam pada kardus.

Baca Juga: Wabah corona belum usai, pasar basah di China sudah beroperasi lagi...




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×