kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.246   5,00   0,03%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Penembakan di Acara Dinner Pers Gedung Putih, Trump: Pelaku Benci Umat Kristen


Senin, 27 April 2026 / 05:07 WIB
Penembakan di Acara Dinner Pers Gedung Putih, Trump: Pelaku Benci Umat Kristen
ILUSTRASI. Trump mengatakan tersangka adalah "orang sakit” dan keluarganya sempat menyampaikan kekhawatiran tentang dirinya kepada aparat penegak hukum. (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (26/4/2026) mengatakan bahwa tersangka yang diduga mencoba menyerang pejabat pemerintahan dalam acara makan malam White House Correspondents' Association pada Sabtu malam menulis manifesto anti-Kristen dan memiliki “banyak kebencian di dalam hatinya”. Namun, tersangka berhasil dihentikan jauh sebelum mencapai ballroom hotel tempat acara berlangsung.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa tersangka adalah “orang sakit” dan keluarganya sebelumnya sempat menyampaikan kekhawatiran tentang dirinya kepada aparat penegak hukum.

Mengutip Reuters, tersangka yang menurut seorang pejabat bernama Cole Tomas Allen, 31 tahun, warga Torrance, California, ditangkap di lokasi kejadian di Washington, D.C.

“Kalau Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen,” kata Trump dalam program “Sunday Briefing” di Fox News.

Seorang pejabat penegak hukum mengatakan kepada Reuters bahwa manifesto tersebut dikirimkan kepada anggota keluarga Allen sesaat sebelum serangan terjadi. Dalam manifesto itu, tersangka menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Assassin”.

“Memalingkan pipi ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristen; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan para penindas,” demikian bunyi manifesto tersebut, menurut pejabat tersebut.

Pejabat itu mengatakan manifesto tersebut memuat daftar target yang mencakup para pejabat pemerintahan, meskipun tidak memasukkan Direktur FBI Kash Patel. Target disusun berdasarkan prioritas dari pejabat paling tinggi hingga yang paling rendah.

Baca Juga: Paus Leo Sentil Pengobar Perang: Mereka Pencuri Masa Depan Dunia!

Manifesto tersebut juga mengejek “kegilaan” lemahnya sistem keamanan di Washington Hilton, lokasi berlangsungnya acara makan malam tersebut, tambah pejabat itu.

“Seperti, satu hal yang langsung saya sadari saat masuk hotel adalah rasa arogan,” tulis penulis manifesto tersebut, menurut laporan. “Saya masuk membawa banyak senjata dan tidak ada satu orang pun yang mempertimbangkan kemungkinan bahwa saya bisa menjadi ancaman.”

Kejadian kacau tersebut kembali memunculkan pertanyaan tentang keamanan para pejabat tinggi AS, yang saat itu banyak berkumpul di ballroom hotel yang luas.

Trump memanfaatkan perhatian publik akibat insiden tersebut untuk mempromosikan rencana pembangunan ballroom di Gedung Putih sebagai alternatif yang lebih aman untuk acara semacam itu.

“Meskipun indah, tempat itu memiliki semua fitur keamanan tingkat tertinggi... tidak ada ruangan di atasnya yang memungkinkan orang tak terverifikasi masuk begitu saja, dan berada di dalam pagar gedung paling aman di dunia, Gedung Putih,” tulis Trump di Truth Social.

Pelaku diketahui bepergian dengan kereta dari Los Angeles menuju Chicago, lalu ke Washington. Ia check-in di Hilton pada Jumat, kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche dalam beberapa acara talk show pada Minggu.

Blanche menambahkan bahwa Trump dan para pejabat tinggi pemerintahan kemungkinan menjadi target utama pelaku.

Baca Juga: Trump Buka Jalur Negosiasi: Iran Bisa Hubungi Jika Ingin Akhiri Perang




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×