Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Para pejabat mengatakan tersangka menembakkan senapan ke arah seorang agen Secret Service di pos pemeriksaan keamanan di Washington Hilton sebelum akhirnya ditangkap dan ditahan.
Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat kabinet lainnya segera dievakuasi dari acara tersebut saat insiden terjadi.
Trump mengatakan agen Secret Service yang tertembak tidak mengalami luka serius karena peluru mengenai rompi pelindungnya.
Trump, yang sebelumnya beberapa kali memboikot acara gala media tersebut, meminta agar acara makan malam itu dijadwalkan ulang dalam waktu 30 hari.
Presiden White House Correspondents' Association, Weijia Jiang dari CBS, mengatakan dewan organisasi akan bertemu untuk menentukan langkah berikutnya.
Blanche mengatakan tersangka akan didakwa di pengadilan federal pada Senin atas tuduhan menyerang petugas federal, melepaskan tembakan, serta mencoba membunuh petugas federal.
Blanche menambahkan ia tidak mengetahui apakah ada kaitan Iran dengan serangan tersebut. Dakwaan federal tambahan kemungkinan akan menyusul.
Insiden Sabtu itu menjadi pengingat lain mengenai meningkatnya kekerasan politik di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivis politik konservatif Charlie Kirk ditembak mati dalam sebuah unjuk rasa pada September lalu, hanya beberapa bulan setelah pembunuhan terhadap anggota DPR negara bagian Minnesota dari Partai Demokrat Melissa Hortman dan suaminya, serta penyerangan terhadap seorang senator negara bagian Minnesota.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan beberapa hari setelah pembunuhan Kirk menunjukkan warga Amerika percaya bahwa retorika politik yang semakin keras mendorong terjadinya kekerasan.
Di berbagai negara, para pemimpin dunia mengecam serangan tersebut dan menyatakan lega karena Trump dan semua yang hadir selamat.
Pemimpin NATO Mark Rutte menyebutnya sebagai serangan “terhadap masyarakat kita yang bebas dan terbuka”, dan para pemimpin menegaskan kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi.
Kunjungan Raja Charles dari Inggris ke Amerika Serikat yang dijadwalkan dimulai Senin akan tetap berlangsung, menurut Trump dan pejabat Inggris.
“Raja dan Ratu sangat berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja cepat memastikan hal ini tetap dapat terlaksana dan menantikan kunjungan yang dimulai besok,” kata juru bicara Istana Buckingham dalam pernyataan pada Minggu.
Tonton: Deadlock Iran-AS, Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Islamabad
Tersangka Diduga Berencana “Melakukan Sesuatu”
Belum banyak yang diketahui soal latar belakang tersangka, namun unggahan media sosial menunjukkan ia pernah bekerja di C2 Education, sebuah lembaga bimbingan belajar dan persiapan ujian swasta berskala nasional.
C2 Education mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka bekerja sama dengan penyelidikan aparat.
Kepala Polisi Sementara Washington Jeffery Carroll mengatakan tersangka membawa senapan, pistol, serta beberapa pisau.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan aparat yang mewawancarai saudara perempuan Allen mendapat informasi bahwa ia memiliki kecenderungan membuat pernyataan radikal.
Ia disebut pernah mengikuti aksi anti-Trump bertajuk “No Kings” dan mengungkap rencana untuk “melakukan sesuatu” guna memperbaiki masalah dunia saat ini.
Pejabat itu mengatakan Allen membeli dua pistol dan sebuah senapan, lalu menyimpannya di rumah orang tuanya.
Tersangka tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah dua lantai di jalan yang dipenuhi pepohonan, berpagar kayu putih, dan rumah-rumah bergaya craftsman di distrik bersejarah Torrance, kota pesisir di kawasan South Bay, Los Angeles.
Para tetangga di lingkungan kelas menengah tersebut pada Minggu mengatakan mereka hanya mengenal tersangka dan orang tuanya secara sekilas. Banyak yang mengatakan mereka tidak pernah berbicara dengannya selain sekadar menyapa singkat atau melambaikan tangan saat memberikan permen Halloween kepada anak-anak.













