kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pengadilan Hong Kong larang penyebaran identitas pribadi polisi dan keluarganya


Jumat, 25 Oktober 2019 / 17:05 WIB
Pengadilan Hong Kong larang penyebaran identitas pribadi polisi dan keluarganya
ILUSTRASI. Seorang polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata saat demo di Central, Hong Kong, 8 September 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Aksi protes sudah berlangsung lima bulan, yang telah menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik terbesar dalam beberapa dekade dan mengambil banyak korban dari sisi perekonomian.

Baca Juga: Dewan Legislatif Hong Kong resmi mencabut RUU Ekstradisi, tapi demo jalan terus

Unjuk rasa bertajuk Pekerja Medis yang Menentang Tirani bakal berlangsung di Chater Garden, jantung pusat keuangan Asia itu, pada Sabtu (26/10) besok. Sedang aksi lain dengan tajuk Berjuang Melawan Kebrutalan Polisi, Bersama dengan Muslim, Warga Negara, dan Jurnalis akan bergulir Minggu (27/10) di Distrik Kowloon.

Sebelumnya, sebuah truk meriam air polisi menembakkan semburan air berwarna biru ke arah sekelompok kecil orang di jalan setapak di luar sebuah masjid selama protes di Kowloon pada Minggu (20/10) lalu, mengenai gerbang dan tangga, sehingga menuai kritik dari beberapa komunitas Muslim.

Polisi mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, insiden tersebut "sangat disayangkan" dan tidak disengaja. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dan petinggi Kepolisian mengunjungi Masjid Kowloon dan menemui para pemimpin Muslim untuk meminta maaf.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×