kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.856   54,00   0,32%
  • IDX 8.244   -47,19   -0,57%
  • KOMPAS100 1.165   -7,19   -0,61%
  • LQ45 837   -5,38   -0,64%
  • ISSI 296   -0,62   -0,21%
  • IDX30 435   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 521   0,62   0,12%
  • IDX80 130   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   -0,22   -0,15%

Pengadilan Hong Kong larang penyebaran identitas pribadi polisi dan keluarganya


Jumat, 25 Oktober 2019 / 17:05 WIB
Pengadilan Hong Kong larang penyebaran identitas pribadi polisi dan keluarganya
ILUSTRASI. Seorang polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata saat demo di Central, Hong Kong, 8 September 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Aksi protes sudah berlangsung lima bulan, yang telah menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik terbesar dalam beberapa dekade dan mengambil banyak korban dari sisi perekonomian.

Baca Juga: Dewan Legislatif Hong Kong resmi mencabut RUU Ekstradisi, tapi demo jalan terus

Unjuk rasa bertajuk Pekerja Medis yang Menentang Tirani bakal berlangsung di Chater Garden, jantung pusat keuangan Asia itu, pada Sabtu (26/10) besok. Sedang aksi lain dengan tajuk Berjuang Melawan Kebrutalan Polisi, Bersama dengan Muslim, Warga Negara, dan Jurnalis akan bergulir Minggu (27/10) di Distrik Kowloon.

Sebelumnya, sebuah truk meriam air polisi menembakkan semburan air berwarna biru ke arah sekelompok kecil orang di jalan setapak di luar sebuah masjid selama protes di Kowloon pada Minggu (20/10) lalu, mengenai gerbang dan tangga, sehingga menuai kritik dari beberapa komunitas Muslim.

Polisi mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, insiden tersebut "sangat disayangkan" dan tidak disengaja. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dan petinggi Kepolisian mengunjungi Masjid Kowloon dan menemui para pemimpin Muslim untuk meminta maaf.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×