kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pengumuman MSCI, Hasil Review Klasifikasi Pasar MSCI 2026 (23 Juni 2026)


Rabu, 24 Juni 2026 / 04:48 WIB
Diperbarui Rabu, 24 Juni 2026 / 05:29 WIB
Pengumuman MSCI, Hasil Review Klasifikasi Pasar MSCI 2026 (23 Juni 2026)
ILUSTRASI. Apabila kemajuan yang memadai tak terlihat menjelang Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi.  (SOPA Images/via REUTERS)


Sumber: MSCI | Editor: Hasbi Maulana

PENGUMUMAN MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES

HASIL TINJAUAN KLASIFIKASI PASAR MSCI 2026

23 Juni 2026

MSCI telah merilis hasil Tinjauan Klasifikasi Pasar MSCI 2026.

Poin-poin utama tahun ini mencakup:

  • Reklasifikasi Bulgaria dari Pasar Standalone ke Frontier Market
  • Evaluasi atas kekhawatiran transparansi kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi di pasar ekuitas Indonesia dan Turki — MSCI mengakui langkah-langkah yang telah diumumkan kedua negara, namun menegaskan bahwa konsultasi lanjutan tetap terbuka jika kemajuan nyata tidak terlihat
  • Apresiasi atas penghapusan floor price di Bangladesh, disertai peringatan bahwa penerapannya kembali dapat memicu konsultasi reklasifikasi dari Frontier ke Standalone Market
  • Pemantauan berkelanjutan atas reformasi aksesibilitas pasar ekuitas Korea bagi investor institusional internasional
  • Pengingat mengenai reklasifikasi Yunani dari Emerging ke Developed Market yang akan berlaku pada Tinjauan Indeks Mei 2027

"Kerangka Klasifikasi Pasar MSCI menentukan apakah suatu pasar tergolong developed, emerging, atau frontier berdasarkan aksesibilitas dan investabilitas yang benar-benar dirasakan oleh investor institusional internasional," ujar Raman Aylur Subramanian, Kepala Klasifikasi Pasar dan Taksonomi.

"Inklusi indeks dan klasifikasi pasar bukan merupakan penilaian yang bersifat tetap. Keduanya harus terus dievaluasi seiring perubahan kondisi pasar dan pengalaman investor institusional internasional. Ketika akses atau kondisi pasar memburuk, kerangka kerja kami menuntut respons yang tegas. Sebaliknya, ketika aksesibilitas dan investabilitas pasar meningkat secara signifikan dan berkelanjutan, pasar dapat naik kelas dalam kerangka klasifikasi — sebagaimana yang terjadi pada Bulgaria dan Yunani."

Baca Juga: Pengumuman MSCI, Hasil Tinjuan Klasifikasi Pasar MSCI 2026 (23 Juni 2026)

Hasil Konsultasi Klasifikasi Bulgaria

MSCI mengumumkan keputusan untuk mereklasifikasi Bulgaria dari Standalone Market ke Frontier Market. Proposal ini pertama kali dibuka untuk konsultasi pada 2024, setelah sejumlah sekuritas Bulgaria memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas untuk Frontier Market. Keputusan sempat ditunda karena investor institusional internasional menyoroti keterbatasan likuiditas pasar dan ketidakpastian seputar adopsi euro.

Kondisi telah membaik secara signifikan sejak saat itu. Pelaku pasar mengakui bahwa likuiditas di Bursa Efek Bulgaria (BSE) telah meningkat secara berarti, didukung oleh bertambahnya jumlah sekuritas yang memenuhi persyaratan Frontier Market dan meningkatnya volume transaksi. Transisi Bulgaria ke euro yang rampung pada 1 Januari 2026 berjalan tanpa hambatan operasional yang berarti, dengan seluruh infrastruktur perdagangan dan pasca-perdagangan BSE kini beroperasi dalam denominasi euro. Bulgaria sebelumnya juga telah bergabung dengan platform TARGET2-Securities (T2S) milik Bank Sentral Eropa pada September 2023, sehingga seluruh penyelesaian transaksi kini dilakukan dalam euro.

Reklasifikasi akan dilaksanakan sekaligus di seluruh indeks MSCI standar, kustom, dan turunan, bersamaan dengan Tinjauan Indeks Mei 2027. Detail pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut pada waktunya.

Baca Juga: Indonesia Bertahan di Emerging Market, MSCI Beri Tenggat hingga November 2026

Kekhawatiran Transparansi Kepemilikan Saham dan Perdagangan Terkoordinasi

Investor institusional internasional kerap menyampaikan kekhawatiran kepada MSCI terkait struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Kedua hal ini secara langsung membatasi kemampuan investor dalam menilai free float yang sesungguhnya dan mengandalkan harga pasar yang tercatat untuk konstruksi portofolio maupun replikasi indeks — dan keduanya berkaitan erat dengan pilar Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar dalam kerangka Aksesibilitas Pasar MSCI.

Untuk Indonesia, pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai investabilitas yang bersumber dari kedua persoalan di atas. MSCI mengapresiasi reformasi transparansi yang baru-baru ini diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) — mencakup kewajiban pengungkapan bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih terperinci, pengenalan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan untuk menaikkan persyaratan minimum free float menjadi 15%. Meski langkah-langkah ini merupakan sinyal positif, yang terpenting bagi investor institusional internasional adalah konsistensi implementasi dan dampaknya yang nyata di seluruh pasar. MSCI akan terus menilai ruang lingkup, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan dari langkah-langkah tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian investabilitas secara keseluruhan. Apabila kemajuan yang memadai tidak terlihat menjelang Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi penanganan yang tepat untuk pasar Indonesia — termasuk kemungkinan konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Markets ke Frontier Markets.

Untuk Turki, investor institusional internasional mencatat adanya pola berulang dugaan perdagangan terkoordinasi yang melibatkan kepemilikan reksadana yang berafiliasi erat dengan sejumlah emiten kecil, dengan dampak menggelembungkan estimasi free float secara artifisial. MSCI mengapresiasi keputusan Dewan Pasar Modal Turki (SPK) yang baru-baru ini menetapkan kerangka kerja untuk mengecualikan kepemilikan reksa dana dari perhitungan free float bursa, apabila kepemilikan manfaat yang mendasarinya berasal dari pihak-pihak yang memang sudah dikecualikan dari free float. Namun demikian, pelaku pasar ingin menyaksikan dampak nyata dari penyesuaian perhitungan ini dalam praktik. Investor internasional juga menekankan perlunya kemajuan lebih lanjut, mencakup pengungkapan kepemilikan manfaat yang terperinci dan tepat waktu, pengawasan serta penegakan hukum yang tegas terhadap perdagangan terkoordinasi, dan kerangka yang transparan berbasis aturan untuk mengidentifikasi dan menangani sekuritas dengan free float yang terdistorsi secara struktural. Apabila kemajuan yang nyata dan kredibel tidak terlihat menjelang Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI dapat meluncurkan konsultasi mengenai perlakuan yang tepat untuk Turki dan sekuritas yang memenuhi syarat.

MSCI terus membuka diri untuk menerima masukan mengenai transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan di kedua pasar tersebut.

Baca Juga: Lebanon dan Israel Kembali Gelar Perundingan Langsung di Washington

Penghapusan Floor Price di Bangladesh

Floor price kini telah dihapus dari seluruh sekuritas yang terdampak di pasar ekuitas Bangladesh. MSCI menyambut baik perkembangan ini. Floor price terbukti menghambat aksesibilitas pasar secara serius — mendistorsi pembentukan harga dan mempersulit investor institusional internasional untuk masuk dan keluar posisi pada harga yang wajar. Penghapusannya merupakan langkah penting dalam memulihkan investabilitas pasar.

MSCI mengingatkan bahwa penerapan kembali floor price pada sekuritas mana pun akan kembali merusak aksesibilitas pasar ekuitas Bangladesh secara signifikan. Jika hal itu terjadi, MSCI dapat meluncurkan konsultasi mengenai potensi reklasifikasi Bangladesh dari Frontier Market ke Standalone Market. MSCI terus membuka diri untuk menerima masukan mengenai aksesibilitas pasar ekuitas Bangladesh.

Aksesibilitas Pasar Korea

Pada periode 2008 hingga 2014, MSCI melakukan konsultasi dengan pelaku pasar global mengenai potensi reklasifikasi Korea dari Emerging Market ke Developed Market. Keterbatasan konvertibilitas won Korea di pasar valuta asing offshore diidentifikasi sebagai hambatan utama. Persoalan lain yang muncul saat itu mencakup kekakuan sistem identitas investor, pembatasan transfer in-kind dan transaksi di luar bursa, serta terbatasnya instrumen investasi akibat restriksi penggunaan data bursa untuk pengembangan produk keuangan.

MSCI mengapresiasi langkah-langkah yang telah diumumkan otoritas pasar Korea untuk mengatasi persoalan-persoalan lama tersebut. Namun, investor menyampaikan bahwa permasalahan mendasar belum sepenuhnya terselesaikan. Won Korea masih belum dapat diserahkan di pasar offshore. Yang lebih memprihatinkan, likuiditas onshore selama extended FX trading hours masih jauh dari memadai untuk mendukung eksekusi dengan standar yang setara dengan pasar developed — sehingga membatasi fleksibilitas operasional FX bagi para replikator indeks dan pelaku pasar lainnya. Investor institusional internasional perlu diyakinkan bahwa perdagangan won di pasar semalam di Korea akan mampu menghadirkan likuiditas yang besar, dalam, dan konsisten, dengan spread beli-jual yang ketat — sebanding dengan perdagangan mata uang negara maju lainnya di jam perdagangan reguler. Sementara itu, adopsi omnibus account dan transfer in-kind secara operasional masih terbatas. Pasca pencabutan larangan short selling, pelaku pasar masih menghadapi beban kepatuhan yang signifikan di bawah rezim yang dipulihkan. Persyaratan pendanaan pra-penyelesaian yang dipercepat juga masih menjadi kendala tersendiri.

MSCI akan terus memantau perkembangan implementasi dan menjalin komunikasi dengan pelaku pasar serta otoritas Korea. Sebagai pengingat, konsultasi reklasifikasi hanya dapat dimulai setelah seluruh persoalan tertangani, reformasi sepenuhnya diimplementasikan, dan pelaku pasar memiliki cukup waktu untuk mengevaluasi efektivitas berkelanjutan dari perubahan yang dilakukan.

Baca Juga: Rusia Pertimbangkan Larangan Ekspor Solar demi Stabilkan Pasar Bahan Bakar

Klasifikasi Pasar Yunani

Pada 31 Maret 2026, MSCI mengumumkan keputusan untuk mereklasifikasi Yunani dari Emerging Market ke Developed Market, menyusul konsultasi yang diluncurkan pada 26 Januari 2026. Mayoritas peserta konsultasi mendukung reklasifikasi ini, dengan mengakui bahwa infrastruktur pasar Yunani telah menyatu dengan standar Eropa untuk pasar developed dan memenuhi kriteria MSCI Developed Markets.

Reklasifikasi akan dilaksanakan sekaligus di seluruh indeks MSCI standar, kustom, dan turunan, bersamaan dengan Tinjauan Indeks Mei 2027. Setelah reklasifikasi berlaku, Yunani akan diintegrasikan ke dalam proses konstruksi indeks pasar tunggal Developed Europe, dengan penerapan aturan konstituen yang berlaku guna meminimalkan perputaran portofolio pada saat reklasifikasi.

====

In English:

Announcement for June 23, 2026 at 08:39 PM GMT

THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES

RESULTS OF THE MSCI 2026 MARKET CLASSIFICATION REVIEW

MSCI released the results of the MSCI 2026 Market Classification Review.

Key takeaways from this year's review include:

* Reclassification of Bulgaria from Standalone to Frontier Market status
* Assessment of shareholder transparency and coordinated trading concerns in the Indonesian and Turkish equity markets, acknowledging the announced steps undertaken by both markets to address these matters and noting the continued potential for future consultations on the appropriate treatment of these markets if credible progress is not observed
* Acknowledgement of the removal of floor prices in Bangladesh, with a caution that any reintroduction could prompt a consultation on reclassification from Frontier to Standalone Market status
* Ongoing monitoring of the implementation of measures aimed at improving the accessibility of the Korean equity market for international institutional investors
* Reminder on the reclassification of Greece from Emerging to Developed Market status at the May 2027 Index Review

"The MSCI Market Classification Framework determines whether a market is developed, emerging, or frontier based on the accessibility and investability that international institutional investors actually experience," said Raman Aylur Subramanian, Head of Market Classification and Taxonomies. "Index inclusion and market classification are not static judgments. They must be continuously assessed against market changes and the experience of international institutional investors. When market access or experiences worsen, our framework requires us to respond decisively. And when market accessibility and investability improve in a meaningful and sustained way, markets can progress through the classification framework, as seen with Bulgaria and Greece."

Baca Juga: MSCI 2026 Market Classification Review: Official Announcement (23 June 2026)

Results of the Consultation on the Classification of Bulgaria

MSCI announced its decision to reclassify Bulgaria from Standalone Market status to Frontier Market status. The reclassification proposal was originally launched for consultation in 2024, after enough Bulgarian securities met the Size and Liquidity Requirements for Frontier Markets. The decision was subsequently deferred following feedback from international institutional investors, who cited limited market liquidity and the timing of the euro adoption.

Since then, conditions have materially improved. Market participants agreed that liquidity on the Bulgarian Stock Exchange (BSE) has improved meaningfully, supported by a higher number of securities meeting the Frontier Market Size and Liquidity Requirements and rising turnover. No significant operational challenges were identified following Bulgaria's transition to the euro, which was completed on January 1, 2026, when BSE's trading and post-trading infrastructure transitioned fully to euro denomination. Bulgaria had previously migrated to the European Central Bank's TARGET2-Securities (T2S) platform in September 2023, and following euro adoption, all settlements now occur in euros.

The reclassification will be implemented in one step across all standard, custom and derived MSCI Indexes, coinciding with the May 2027 Index Review. MSCI will share additional details on the implementation process in due course.

The accessibility report for Bulgaria is now reflected in the MSCI 2026 Global Market Accessibility Review report available at https://www.msci.com/market-classification.

Baca Juga: GLOBAL MARKETS-Stocks Hit by Fed Rate Reality Check; Oil Slips

Shareholder Transparency and Coordinated Trading Concerns

International institutional investors frequently raise concerns with MSCI when they experience persistent opacity in shareholding structures and suspect coordinated trading behavior. Both concerns materially limit investors' ability to assess true free float and to rely on observed market prices for portfolio construction and index replication, and they relate directly to the Information Flow and Market Infrastructure pillars of the MSCI Market Accessibility framework.

For Indonesia, market participants raised profound investability concerns stemming from these issues. MSCI acknowledges the recent transparency reforms announced by Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), including enhanced disclosure of shareholders with ownership above 1%, more granular investor classification, the introduction of a High Shareholding Concentration (HSC) framework, and a roadmap to raise the minimum free float requirement to 15%. While these announcements represent a step in the right direction, what matters for international institutional investors is the consistent implementation and sustained effect of these measures across the market. MSCI will continue to assess their scope, consistency and sustained effectiveness in the context of free float determination and broader investability assessments. Should sufficient progress not be evident by the time of the November 2026 MSCI Index Review, MSCI will consider a range of options for the appropriate treatment for the Indonesia market, potentially including a consultation on the reclassification of Indonesia from Emerging Markets to Frontier Markets.

For Turkey, international institutional investors have highlighted recurring instances of possible coordinated trading behavior involving fund holdings closely affiliated with certain smaller, listed companies, with the effect of artificially inflating free float estimates. MSCI acknowledges the decision issued by the Capital Markets Board of Turkey (SPK), which recently introduced a framework for excluding fund-held stakes from the exchange's free float calculations where the underlying beneficial ownership belongs to parties already excluded from free float. Nevertheless, market participants want to see the impact of these adjusted calculations in practice. Additionally, international investors have communicated that they seek further progress, including granular and timely disclosure of beneficial ownership, robust surveillance and enforcement against coordinated trading behavior, and a transparent, rules-based framework for the identification and treatment of securities exhibiting structurally distorted free float. If sufficient tangible and credible progress is not evident in the Turkey market by the time of the November 2026 MSCI Index Review, MSCI may launch a consultation on the appropriate treatment for Turkey and its eligible securities.

MSCI continues to welcome feedback on shareholder transparency and trading behavior in these markets.

Baca Juga: Indonesia's Emerging Markets Crown On The Line as MSCI Verdict Looms

Removal of Floor Prices in Bangladesh

Floor prices have now been removed from all affected securities in the Bangladesh equity market. MSCI welcomes this development. Floor prices severely hinder a market's accessibility, distorting price discovery and impairing the ability of international institutional investors to enter and exit positions at fair value, and their removal is an important step toward restoring the investability of the market.

MSCI cautions that the reintroduction of floor prices on any listed securities would once again severely impair the accessibility of the Bangladesh equity market. Should floor prices be reimposed, MSCI may launch a consultation on a potential reclassification of Bangladesh from Frontier Market status to Standalone Market status. MSCI continues to welcome feedback on the accessibility of the Bangladesh equity market.

Market Accessibility of Korea

From 2008 to 2014, MSCI consulted with global market participants on the potential reclassification of Korea from Emerging Market status to Developed Market status. Market participants identified the limited convertibility of the Korean won in the offshore currency market as a key barrier to reclassification. Other accessibility issues highlighted at the time included the rigidity of the investor ID system, the restrictions on in-kind transfers and off-exchange transactions, and the limited availability of investment instruments stemming from restrictions on the use of exchange data for the creation of financial products.

MSCI acknowledges the measures announced by Korean market authorities to address these long-standing concerns. However, investors have communicated that the underlying issues have not been fully resolved. The Korean won is not deliverable offshore. Even more concerning, onshore liquidity during the extended FX trading hours remains largely insufficient to support tight execution at standards comparable to those observed in developed markets, constraining FX operational flexibility for index replicators and others. International institutional investors will need to be convinced that this trading of the won in overnight markets in Korea will eventually provide large, deep and consistent pools of liquidity and tight bid/ask spreads that are comparable to day trading hours for other developed market currencies in the world. Operational adoption of omnibus accounts and in-kind transfers remains limited. Following the lifting of the short-selling ban, market participants continue to face significant operational burdens under the reinstated compliance regime. In addition, early pre-settlement funding requirements remain a burden for market participants.

MSCI will continue to monitor implementation and engage with market participants and Korean authorities. As a reminder, potential reclassification consultations require that all issues have been addressed, reforms have been fully implemented, and market participants have had ample time to thoroughly evaluate the sustained effectiveness of the changes.

Baca Juga: Indonesia Plans to Embed AI in Key Programmes, Including $15 Billion Free-Meal Drive

Market Classification of Greece

On March 31, 2026, MSCI announced its decision to reclassify Greece from Emerging Market status to Developed Market status, following a consultation launched on January 26, 2026. The majority of consultation participants favored the proposed reclassification, recognizing that Greece's market infrastructure has converged with Developed European standards and meets the criteria for MSCI Developed Markets.

The reclassification will be implemented in one step across all standard, custom and derived MSCI Indexes, coinciding with the May 2027 Index Review. Once reclassified, Greece will be incorporated into the Developed Europe single market index construction process, and existing constituent rules will be applied to minimize turnover at the time of the reclassification.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×