kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pengusaha peralatan olaharaga ternama di Inggris (1)


Selasa, 19 Februari 2019 / 14:47 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Kala itu, bisnisnya masih relatif kecil. Nah, tak mau berhenti di sana, orangtua Rubin mulai melebarkan sayap dengan membuat pabrik sepatu di tahun 1940 hingga 1950-an.

Tak membutuhkan waktu begitu lama, pada tahun 1960 Pentland sudah melakukan ekspansi dengan melakukan penjualan di kawasan Asia. Perusahaan garapan orangtua Rubin kala itu juga mencetak sejarah sebagai salah satu perusahaan Eropa yang berhasil mengimpor sepatu ke Asia.

Dari sana Ia mengaku kalau bisnisnya terus tumbuh pesat. Melihat potensi tersebut, Pentland membuka kantor cabang di Hong Kong. Hingga saat ini, tempat tersebut dinilai sebagai jantung bisnis Pentland lantaran pasar yang sangat luas.

Berangkat dari situ, pada tahun 1970 Pentland sudah memulai menjajal bisnis lain. Kalau mulanya hanya sepatu, di tahun 70-an Pentland mulai menjual produk olahraga seperti skateboard, tas ransel, dompet hingga pakaian olahraga.

Nah, tahun 1980 merupakan titik balik perusahaan Pentland yang dinakhodai oleh Rubin. Di periode tahun 1980-an Pentland membeli mayoritas saham perusahaan sepatu yang kala itu masih kecil yaitu Reebok seharga US$ 77.500. Aksi korporasi tersebut dilakukan pada tahun 1981.

Pentland mulai menjadikan Reebok sebagai salah satu ujung tombak bisnis dengan meluncurkan produk olahraga seperti sepatu khusus aerobik. Lagi-lagi Pentland mencetak sejarah sebagai produsen sepatu aerobik pertama.

Baru di tahun itu, Reebok mulai memperkenalkan sepatu lari dengan ciri khas warna-warni yang dipertahankan hingga kini. Tahun 1980-an menjadi tahun paling ajaib bagi Rubin. Perusahaannya ditunjuk sebagai distributor sepatu tenis dan alat olahraga untuk atlet ski sampai ke sepatu mahal yang dibalut dengan merek Kickers.

Usai mencicipi cuan dari Reebok, Rubin kemudian menjual 55% saham perusahaan sepatu asal Amerika Serika (AS) tersebut pada 1991. Dari awal pembelian US$ 77.500, Rubin berhasil meraup untung dengan harga penjualan mencapai US$ 770 juta.

(Bersambung)




TERBARU

[X]
×