Penjaga Pantai China Menyita Puing-puing Roket dari Angkatan Laut Filipina

Senin, 21 November 2022 | 15:36 WIB Sumber: Arab News
Penjaga Pantai China Menyita Puing-puing Roket dari Angkatan Laut Filipina

ILUSTRASI. Penjaga pantai China secara paksa menyita puing-puing mengambang yang ditarik angkatan laut Filipina. REUTERS/Erik De Castro/File Photo


KONTAN.CO.ID - MANILA. Penjaga pantai China secara paksa menyita puing-puing mengambang yang ditarik angkatan laut Filipina ke pulaunya dalam konfrontasi lain di Laut China Selatan yang disengketakan, kata seorang komandan militer Filipina, Senin. Puing-puing itu tampaknya berasal dari peluncuran roket China.

Kapal China itu dua kali memblokir kapal angkatan laut Filipina sebelum merebut puing-puing yang ditariknya hari Minggu di Pulau Thitu yang diduduki Filipina, kata Wakil Laksamana Alberto Carlos, Senin. Dia mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Ini adalah gejolak terbaru dalam perselisihan teritorial yang telah lama bergolak di jalur perairan strategis, yang melibatkan China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Kapal penjaga pantai China telah memblokir kapal pasokan Filipina yang mengirimkan pasokan ke pasukan Filipina di perairan yang disengketakan di masa lalu, tetapi menyita benda-benda milik militer negara lain merupakan tindakan yang lebih berani.

Baca Juga: Xi Jinping Tegur Justin Trudeau Gara-gara Obrolan Bocor? Ini Kata Kemenlu China

Carlos mengatakan para pelaut Filipina, menggunakan kamera jarak jauh di pulau Thitu, melihat puing-puing hanyut dalam gelombang kuat di dekat gundukan pasir sekitar 800 yard (540 meter) jauhnya. Mereka berangkat dengan perahu dan mengambil benda terapung dan mulai menariknya kembali ke pulau mereka menggunakan tali yang diikatkan ke perahu mereka.

Ketika para pelaut Filipina bergerak kembali ke pulau mereka, “mereka melihat bahwa kapal penjaga pantai China dengan nomor haluan 5203 mendekati lokasi mereka dan kemudian memblokir jalur yang telah direncanakan sebelumnya dua kali,” kata Carlos dalam sebuah pernyataan.

Kapal penjaga pantai China kemudian mengerahkan perahu karet dengan personel yang “secara paksa mengambil benda terapung tersebut dengan memotong tali penarik yang terpasang pada” perahu karet pelaut Filipina. Para pelaut Filipina memutuskan untuk kembali ke pulau mereka, kata Carlos, tanpa merinci apa yang terjadi.

Mayor Cherryl Tindog, juru bicara Komando Barat militer, mengatakan benda logam mengambang itu tampak mirip dengan sejumlah potongan lain dari puing roket China yang baru-baru ini ditemukan di perairan Filipina. Dia menambahkan para pelaut Filipina tidak melawan penyitaan.

"Kami mempraktikkan toleransi maksimum dalam situasi seperti itu," kata Tindog kepada wartawan. 

"Karena itu melibatkan objek tak dikenal dan bukan masalah hidup dan mati, tim kami memutuskan untuk kembali," terangnya.

Puing-puing logam dari peluncuran roket China, beberapa menunjukkan bagian dari apa yang tampak seperti bendera China, telah ditemukan di perairan Filipina setidaknya dalam tiga kejadian lainnya. Penemuan puing-puing roket China semacam itu telah membuat China dikritik.

Baca Juga: Kecaman Senjata Nuklir Didorong di KTT G20 Tapi Kompetisi Pengadaannya Jalan Terus

Roket yang diluncurkan dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan China dalam beberapa bulan terakhir telah membawa bahan konstruksi dan pasokan untuk stasiun luar angkasa berawak China.

Pemerintah Filipina telah mengajukan sejumlah besar protes diplomatik dalam beberapa tahun terakhir terhadap China atas tindakan agresif semacam itu di Laut China Selatan tetapi tidak segera mengatakan tindakan apa yang akan diambil setelah insiden hari Minggu. Departemen Luar Negeri di Manila biasanya akan menunggu laporan investigasi resmi sebelum mengajukan protes.

Editor: Handoyo .

Terbaru