Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penjualan ritel Amerika Serikat turun ke rekor terendah pada Maret karena kewajiban penutupan bisnis untuk mengendalikan penyebaran wabah virus corona menekan permintaan berbagai barang, menyiapkan penurunan terburuk dalam pengeluaran konsumen dalam beberapa dekade.
Mengutip Reuters Rabu (15/4), laporan Departemen Perdagangan menyebutkan penjualan ritel anjlok 8,7% pada Maret 2020, penurunan terbesar sejak tahun 1992. Sementara data penjualan ritel Februari 2020 direvisi menjadi turun 0,4%, bukan 0,5% seperti yang dilaporkan sebelumnya.
Biro Sensus mengatakan meski banyak bisnis beroperasi dengan kapasitas terbatas atau telah menghentikan operasi sepenuhnya, ia memperkirakan estimasi dalam rilis ini memenuhi standar publikasi.
Baca Juga: Setelah tisu toilet, warga AS sekarang panik membeli pewarna rambut
Penurunan penjualan ritel bulan lalu mencerminkan tekanan pada penjualan diler mobil, dengan penjualan kendaraan yang jatuh pada Maret.
Dengan jutaan orang berada di rumah dan harga minyak mentah jatuh di tengah kekhawatiran resesi global, harga bensin turun yang membebani penjualan di stasiun pengisian bahan bakar pada Maret.
Selain itu, penutupan peritel yang tidak penting memukul penjualan di toko pakaian, barang olahraga dan furnitur.
Penurunan tajam juga terjadi pada pendapatan restoran dan bar yang menghentikan layanan dine in dan pindah ke take away dan layanan pengiriman. Meski beberapa bisnis termasuk restoran beralih ke penjualan online, volumenya tidak cukup untuk menutup kesenjangan dari langkah-langkah social distancing.
Penjualan ritel, tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan layanan makanan naik 1,7% pada Maret setelah penurunan 0,2% direvisi ke bawah pada Februari. Penjualan ritel inti ini sebelumnya dilaporkan stagnan pada Februari 2020.
Meskipun peningkatan penjualan ritel inti bulan Maret, para ekonom memperkirakan pengeluaran konsumen anjlok pada tingkat tahunan minimal 5,0% pada kuartal pertama, yang akan menjadi kinerja terlemah sejak kuartal kedua 1980.
Pada bulan Maret, penjualan mobil turun 25,6% setelah jatuh 0,5% pada bulan Februari. Penerimaan di stasiun layanan turun 17,2%. Penjualan di toko elektronik dan alat menurun 15,1%. Penjualan di toko bahan bangunan naik 1,3%. Penerimaan di toko pakaian anjlok 50,5% bulan lalu, yang di toko furnitur anjlok 26,8%.
Baca Juga: Prediksi ekonom terbukti, klaim pengangguran AS lampaui 6 juta dalam 2 pekan beruntun
Pengeluaran untuk barang olahraga, hobi, alat musik dan toko buku anjlok 23,3%. Penjualan di restoran dan bar turun 26,5% bulan lalu.
Namun penjualan ritel online dan pesanan melalui email melonjak 3,1%. Itu diikuti peningkatan 0,7% pada bulan Februari. Penjualan toko kelontong melonjak 26,9% dan penerimaan di outlet layanan kesehatan melonjak 4,3%.
Goldman Sachs memperkirakan ekonomi mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 9,0% pada kuartal pertama, yang akan menjadi penurunan paling tajam dalam produk domestik bruto sejak tiga bulan pertama tahun 1958.