kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.905   46,00   0,26%
  • IDX 6.189   61,53   1,00%
  • KOMPAS100 820   12,73   1,58%
  • LQ45 615   3,78   0,62%
  • ISSI 216   0,08   0,04%
  • IDX30 348   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 426   -0,75   -0,18%
  • IDX80 93   0,62   0,67%
  • IDXV30 118   -0,57   -0,49%
  • IDXQ30 111   -0,34   -0,31%

Pentagon: Ada 2 negara yang jadi ancaman besar bagi AS terkait senjata ruang angkasa


Jumat, 19 Juni 2020 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi ruang angkasa. ;Sumber foto : nasa.gov


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hal itu termasuk membangun Angkatan Ruang Angkasa, cabang baru Angkatan Bersenjata AS, menyelaraskan otoritas operasional, bekerja dengan departemen pemerintah lainnya dan perusahaan swasta di sektor komersial, serta bekerja sama dengan sekutu dan mitra.

Baca Juga: China menambah 30 hulu ledak nuklir tahun lalu, kestabilan dunia terancam?

He Qisong, seorang pakar pertahanan luar angkasa Fakultas Ilmu Politik dan Hukum di Universitas Shanghai, mengatakan banyak strategi yang disebutkan dalam laporan itu -terutama yang berkaitan dengan berbagi informasi dan teknologi dan peluang bisnis- telah digunakan sebelumnya untuk mengisolasi dan menahan China di kedua bidang militer dan komersial.

"AS sudah memiliki keunggulan di sektor ruang angkasa -hampir setengah dari 320 satelit militer dan penggunaan ganda di orbit diluncurkan oleh AS. Kemudian datang Rusia dan China," katanya.

Baca Juga: Amerika Serikat rusuh, Donald Trump telepon Vladimir Putin, ini yang dibicarakan

"Apa yang diinginkan Washington adalah memperbesar kesenjangan dengan China dan Rusia, terutama China, yang hampir menyelesaikan program navigasi BeiDou-nya," tambah Qisong.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×