kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pentagon: Ada 2 negara yang jadi ancaman besar bagi AS terkait senjata ruang angkasa


Jumat, 19 Juni 2020 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi ruang angkasa. ;Sumber foto : nasa.gov


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hal itu termasuk membangun Angkatan Ruang Angkasa, cabang baru Angkatan Bersenjata AS, menyelaraskan otoritas operasional, bekerja dengan departemen pemerintah lainnya dan perusahaan swasta di sektor komersial, serta bekerja sama dengan sekutu dan mitra.

Baca Juga: China menambah 30 hulu ledak nuklir tahun lalu, kestabilan dunia terancam?

He Qisong, seorang pakar pertahanan luar angkasa Fakultas Ilmu Politik dan Hukum di Universitas Shanghai, mengatakan banyak strategi yang disebutkan dalam laporan itu -terutama yang berkaitan dengan berbagi informasi dan teknologi dan peluang bisnis- telah digunakan sebelumnya untuk mengisolasi dan menahan China di kedua bidang militer dan komersial.

"AS sudah memiliki keunggulan di sektor ruang angkasa -hampir setengah dari 320 satelit militer dan penggunaan ganda di orbit diluncurkan oleh AS. Kemudian datang Rusia dan China," katanya.

Baca Juga: Amerika Serikat rusuh, Donald Trump telepon Vladimir Putin, ini yang dibicarakan

"Apa yang diinginkan Washington adalah memperbesar kesenjangan dengan China dan Rusia, terutama China, yang hampir menyelesaikan program navigasi BeiDou-nya," tambah Qisong.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×