kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.047   47,00   0,26%
  • IDX 5.682   -258,61   -4,35%
  • KOMPAS100 746   -38,99   -4,96%
  • LQ45 564   -24,83   -4,22%
  • ISSI 196   -9,51   -4,62%
  • IDX30 321   -12,99   -3,89%
  • IDXHIDIV20 398   -13,82   -3,35%
  • IDX80 85   -4,10   -4,62%
  • IDXV30 109   -4,53   -3,99%
  • IDXQ30 104   -4,02   -3,72%

Pentagon melihat ancaman serius dari program misil dan rudal terbaru Korea Utara


Kamis, 15 Oktober 2020 / 10:18 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyoroti ancaman yang besar dari program nuklir dan rudal balistik baru Korea Utara.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Mark Esper, Menteri Pertahan AS mengatakan pada hari Rabu (14/10), bahwa program nuklir dan rudal Korea Utara merupakan ancaman yang serius bagi keamanan.

Komentar ini tentunya muncul setelah Korea Utara melakukan parade militer akhir pekan lalu yang menampilkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru ke publik yang langsung menjadi sorotan dunia.

Bicara sebelum memulai pertemuan dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook di Pentagon, Esper sepakat bahwa serangkaian program militer Korea Utara merupakan ancaman serius.

Baca Juga: Angkatan Udara AS konfirmasi rudal hipersonik baru, bisa melesat 6.000 mil per jam

"Kami sepakat bahwa program nuklir dan rudal balistik Korea Utara masih menjadi ancaman seris bagi keamanan dan stabilitas regional dan global," ungkap Esper seperti dikutip Reuters.

Esper menambahkan, Korea Selatan dan AS harus menemukan cara yang adil untuk berbagi biaya pertahanan agar tidak membebani para pembayar pajak di AS.

Pembagian anggaran ini terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali meminta Korea Selatan harus membayar bagian lebih besar dari biaya pasukan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Baca Juga: Begini respons Jepang setelah Korea Utara pamerkan rudal balistik antarbenua




TERBARU

[X]
×