kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Per 3 September, klaim tunjangan pengangguran Amerika kembali naik


Kamis, 08 September 2011 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. Rabu (11/11), IHSG ditutup menguat 0,86% atau naik 46,77 poin ke level 5.509,51. Peluang IHSG hari ini (12/11) menuju ke 5.520 masih terbuka. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

WASHINGTON. Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menujukan, per 3 September 2011 angka klaim tunjangan pengangguran AS makin melonjak. Pada periode tersebut, jumlah klaim tunjangan pengangguran naik 2.000 menjadi 414.000. Sebuah angka yang di luar harapan para ekonom. Padahal, median ekonom yang disurvei Bloomberg sebelumnya memprediksi klaim tersebut akan berkurang menjadi 405.000.

Jumlah orang yang tak memiliki lapangan kerja naik setelah bulan lalu lowongan pekerjaan tak bertambah sedikitpun sehingga level pengangguran tetap bertahan di 9,1%. Di saat bersamaan, banyak perusahaan mempercepat pemecatan karyawan yang pada akhirnya akan memangkas jumlah belanja konsumen. Departemen Tenaga Kerja AS juga mengklaim, bencana badai Irene tak memberikan imbas sedikitpun pada meningkatnya jumlah klaim pengangguran.

"Risiko yang ada saat ini makin membesar karena Amerika mengalami double-dip resesi. Perusahaan melakukan efisiensi biaya dengan memangkas jumlah karyawan," tebak Jeffrey Roach, Kepala Ekonom Horizon Investments di Charlotte, North Carolina. Ia menilai industri AS tak cukup siap untuk memicu pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Klaim pengangguran ini merupakan cerminan dari pemecatan mingguan dan cenderung turun jika lapangan pekerjaan bertambah. Perlambatan ini juga menambah tekanan Ketua The Federal Reserves yaitu Ben S Bernanke dan Presiden AS, Barack Obama agar bisa segera memacu pertumbuhan ekonomi AS.

Obama memang tengah mengalami pilihan yang sulit. Di tengah rencana penghematan anggaran negara, Ia juga harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Awal pekan ini, Obama menyatakan akan menyuntikkan dana hingga US$ 300 miliar untuk memicu perekonomian AS tahun depan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×