kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Peraih Nobel Israel: Akhir dari pandemi corona semakin dekat


Kamis, 26 Maret 2020 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Paramedis pulang dari Wuhan. REUTERS/Stringer 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melihat gambar itu secara global, Levitt enggan membuat prediksi negara-demi-negara mengenai kapan penyebaran virus akan melambat. China mendekati titik di mana jumlah infeksi baru akan menjadi nol, sementara Korea Selatan telah bergerak melewati titik tengah, dan mulai melihat perlambatan dalam tingkat infeksi baru.

Tingkat kematian Italia yang lebih tinggi, katanya, kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa orang lanjut usia merupakan persentase populasi yang lebih besar daripada di negara-negara lain seperti China atau Prancis. 

Baca Juga: Waspada, kata pakar: Virus corona di luar China baru awal wabah

“Lebih jauh, budaya Italia sangat hangat, dan orang Italia memiliki kehidupan sosial yang sangat kaya. Karena alasan ini, penting untuk membuat orang terpisah dan mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang sehat," paparnya.

Israel tidak memiliki cukup kasus untuk menyediakan data yang berguna untuk membuat prediksi, kata Levitt, meskipun ia memuji pemerintah atas tindakan pencegahannya. "Semakin parah tindakan defensif yang diambil, semakin mereka akan membeli waktu untuk mempersiapkan perawatan yang dibutuhkan dan mengembangkan vaksin," katanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×