Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Badan Energi Internasional (IEA) memangkas perkiraan pertumbuhan pasokan dan permintaan minyak global secara tajam, dengan mengatakan bahwa keduanya sekarang diperkirakan akan turun dari level tahun 2025 karena perang di Timur Tengah mengganggu aliran minyak dan membebani ekonomi global.
Mengutip Reuters, Selasa (14/4/2026), Badan Energi Internasional (IEA) kini memperkirakan permintaan minyak global akan turun sebesar 80.000 barel per hari pada tahun 2026, dibandingkan dengan proyeksi kenaikan tahunan sebesar 640.000 barel per hari dalam laporan bulanan sebelumnya.
"Penurunan permintaan akan meluas karena kelangkaan dan harga yang lebih tinggi terus berlanjut," kata IEA.
Baca Juga: Pendapatan Minyak Rusia Naik Tajam Maret 2026, Terdorong Lonjakan Harga Global
IEA menambahkan bahwa pengurangan konsumsi minyak terbesar sejauh ini berasal dari Timur Tengah dan Asia-Pasifik.
Lembaga pengawas yang berbasis di Paris ini memperkirakan pasokan minyak global akan turun sebesar 1,5 juta barel per hari tahun ini, anjlok dari proyeksi kenaikan 1,1 juta barel per hari bulan lalu.
Serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, kata IEA, dengan kehilangan 10,1 juta barel per hari pada bulan Maret.












